. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Wakaf Mobil Kesayangan, Mengapa Tidak?

Matanya berkaca-kaca. Rasa syukur memenuhi dadanya. Niat yang sudah lama disimpannya dalan hati, akhirnya terlaksana. Bersama dengan istri, laki-laki berusia 60 tahun itu mewakafkan mobil kesayangannya. Dialah Wawan Setiawan, salah seorang muwakif yang datang ke Wakaf Daarut Tauhiid (DT), Senin (22/10) siang.

Mobil Carry kesayangan keluarga itu sudah menemani Wawan dan keluarganya sejak 2001 lalu. Mobil itu menjadi satu-satunya kendaraan keluarga yang digunakan untuk pulang-pergi ke tempat kerja, mengantarkan ketiga anaknya mondok, penopang operasional bisnis, dan lain sebagainya.

Terinspirasi dari Anak dan Keluarga

Niatnya pertama muncul saat mengetahui anaknya mewakafkan motor barunya. Sebagai pengantin baru yang masih membutuhkan dana lebih, anaknya bersama manantunya dengan berani mewakafkan harta berharga satu-satunya itu. Hal itu sempat membuatnya tidak percaya. Namun, dia kembali berpikir, itulah yang dinamakan keimanan sebenarnya. Hatinya tergerak untuk melakukan hal yang sama.

“Kenapa saya tidak? Anak kok berani berwakaf, padahal dia baru punya motor. Motornya juga masih baru, bahkan waktu ke sini juga beberapa kali ditanya, ‘ini teh benar’? sampai lima kali,” ungkap Wawan dengan mata berkaca-kaca.

Niatnya sempat tertunda karena kebutuhan berkata lain. Bukan karena mereka ragu dengan berbagai keutamaan wakaf. Tetapi, aktivitas yang memerlukan mobilitas ditambah keperluan keluarga membuat Wawan ragu.

Niatnya berwakaf mobil terus terpikirkan. Niat berwakaf mobil itu semakin kuat ketika ada acara keluarga beberapa waktu lalu. Hampir semua keluarga sudah berwakaf. Ada yang berwakaf untuk asrama tahfiz dan ada juga yang berwakaf untuk Masjid. Wawan dan Wati, istrinya, langsung teringat kepada niat mewakafkan mobilnya. Dia dan Istrinya sepakat untuk segera menunaikannya.

“Sudah terinspirasi dari tahun kapan, cuman baru kemarin. Suka ada keraguan, kalau ini diwakafkan, gimana kita nggak punya kendaraan. Tapi mau menunggu kapan?” tutur Wati.

Sebelum mewakafkan, dia dan istri mengungkapkan niatnya kepada ketiga anaknya. Sambutan luar biasa didapatkan. Ketiganya senang mendengar ayah dan ibunya ingin menunaikan wakaf, amalan yang mereka yakini memiliki banyak keutamaan. Bahkan, salah seorang anaknya mengantarkan Wawan dan Wati ke Wakaf DT untuk mengatarkan mobil dan berikrar wakaf.

Senang dan lega dirasakan Wawan dan istrinya. Keduanya berharap, mobil kesayangannya itu bisa bermanfaat kemudian mengalirkan pahala kepada keduanya. Mereka juga berharap, pahala dari wakafnya bisa terus mangalir kepada kedua orangtua mereka yang sudah meninggal.

“Di sini juga kan ada anak yang sedang hafiz Quran. Mudah-mudahan cepetlah dilancarkan. Sambil kuliah, dia tinggal di asrama juga di sini, di Daarut Tauhiid. Kita niatkan wakaf agar anak cepet hafalnya,” ungkap Wati.

Peluang untuk meraih pahala mengalir abadi seperti yang diharapkan Wawan dan Wati masih terbuka lebar di Wakaf DT. Bagi siapa pun yang menginginkannya bisa berwakaf untuk berbagai program wakaf yang digulirkan lembaga wakaf profesional ini.

Agus Kurniawan, Direktur Fundraising Wakaf DT mengungkapkan, Wakaf DT menyediakan berbagai program wakaf, dari mulai wakaf masjid, wakaf pendidikan, hingga wakaf produktif berupa Wakaf Ketahanan Pangan

“Saat ini Wakaf DT memberikan peluang kepada jamaah untuk meraih pahala mengalir abadi dan rumah di surgha, yaitu Wakaf Masjid 3 in 1, Wakaf Sadar Pendidikan, Wakaf Graha Daarut Tarbiyah, Wakaf Ketahanan Pangan, Wakaf Quran Plus, dan Wakaf Asrama Tahfiz. Untuk informasi lebih lanjutbisa menghubungi call Center Wakaf DT; 0852 100 123 123 atau cek web Wakaf DT; www.wakafdt.org,” tutur Agus. (Agus Iskandar)

LEAVE A COMMENT