. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Wakaf Masjid Lintas Batas, Menebar Rahmat Tanpa Batas

Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi semesta alam. Tanpa sekat negara. Tiada batas wilayah. Begitulah Islam hadir. Dengan semangat itu, program Wakaf Masjid Lintas Batas bergulir. Program ini merupakan program pembangunan atau pembebasan tanah beserta bangunan di atasnya, untuk dijadikan masjid di luar Indonesia.

Program Wakaf Masjid Lintas Batas diawali dengan hadirnya Masjid al-Latif Daarut Tauhiid Centre di Perth Australia. Kehadirannya menjawab kebutuhan umat Islam di Perth, Australia, terutama Muslim Indonesia. Dari pertama digulirkan sejak Oktober lalu, lahan dan bangunan yang berada di 214 Nicholson Road, Longford, Perth, Australia ini sebagian besar sudah berhasil dibebaskan dengan dana wakaf.

Butuh dana 7,8 milyar rupiah untuk membebaskan keseluruhan tanah seluas 1400 m2 dengan bangunan seluas 750 m2 di atasnya itu. Masih butuh dana sebesar 2,8 milyar rupiah untuk membebaskan lahan Masjid al-Latif DT Centre Australia.

Meskipun belun terbebas seepenuhnya, Jumat (26/10), KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meresmikan Masjid al-Latif Daarut Tauhiid Centre. Nama al-Latif, yang berarti lembut, dipilih langsung oleh Aa Gym. Aa Gym berharap, masjid ini dapat melembutkan hati nonmuslim di Australia, khususnya di Perth.

Selain itu, nama al-Latif juga diharapkan melembutkan hati umat Islam di Perth untuk saling menguatkan dalam berdakwah, terutama umat Islam Indonesia. Masjid al-Latif diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan bahu-membahu untuk berdakwah. Masjid al-Latif diharapkan mempermudah nonmulim dan umat Islam belajar keislaman.

Wakaf untuk pembebasan lahan Masjid al-Latif Daarut Tauhiid Centre menjadi peluang meraih pahala tanpa batas. Sebagai wakaf, yang merupakan sedekah jariah, pahala yang diraih akan terus mengalir tanpa batas, walau jasad sudah tak bernyawa.

Rasulullah bersabda, “Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) Sedekah jariah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim). Syaikh Ali Bassam mengatakan, dimaksud dengan sedekah dalam hadits ini ialah wakaf.

Dalam hadist lain Rasulullah saw menyebutkan lebih jelas lagi. Beliau menyebutkan ada tujuh amalan yang pahala mengalir tanpa batas. Satu di antaranya adalah membangun atau menjadi jalan adanya masjid. “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:

  1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
  2. Anak shalih yang ia tinggalkan.
  3. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.
  4. Masjid yang ia bangun.
  5. Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
  6. Sungai yang ia alirkan.
  7. Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup.

Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah)

Selain pahala tanpa batas, hadiah bagi mereka yang ikut “mendirikan” masjid adalah rumah di surga. Rasulullah bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah) . Masya Allah!

Dengan Wakaf Masjid Lintas Batas, wakif (pewakaf) juga diberikan peluang untuk menebar manfaat tanpa batas negara, sekat bangsa, dan Bahasa. Tugas sebagai muslim untuk menjadi Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi semesta Alam, pun terwujud melalui Program Wakaf Masjid Lintas Batas. Insya Allah. (Agus)

LEAVE A COMMENT