. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Wakaf Bangun Pendidikan Masa Rasulullah Saw Hingga Tabiin

Wakaf memiliki peranan dalam meningkatkan peradaban umat Islam, lewat lembaga-lembaga wakaf yang berfungsi sebagai tempat penyebaran ilmu dan budaya, dan memberikan ruang bagi ulama, para ahli fikih dan budayawan untuk mengembangkan keilmuan dan keahliannya. Di antara lembaga-lembaga wakaf yang memiliki fungsi tersebut adalah masjid, al-Kuttab, madrasah, dan maktabah.

Sejak awal Islam, umat Islam telah memberikan perhatianya terhadap pembangunan masjid. Masjid bukan saja menjadi tempat untuk beribadah, akan tetapi menjadi juga pusat da’wah Islam, tempat penyiaran, pengajaran risalah Islam, bahkan tepat untuk membahas permasalahan- permasalahan politik dan sosial.

Sebagian besar masjid didirikan dengan status wakaf. masjid wakaf pertama kali berdiri adalah masjid Qubā`, yang didirikan oleh Rasulullah SAW saat pertama kali menginjakkan kakinya di Madinah, kemudian Masjid Nabawi yang didirikan tahun pertama Hijriah, kemudian bermunculan masjid-masjid wakaf pada masa Khulafā` al-Rasyidīn, Bani Umayyah dan Bani al- ’Abbās.

Selanjutnya, ada Al-Kuttāb atau al-maktab, yaitu tempat bagi anak- anak usia dini ataupun pemula yang ingin belajar membaca dan menulis, belajar al-Qur’an, dan dasar-dasar ilmu-ilmu agama. Pada masa bani Umayyah, al-katātīb, diperuntukkan bagi anak-anak khalifah dan keluarga istana serta orang kaya, akan tetapi selanjutnya bermunculan al-katātīb yang didirikan oleh para dermawan sebagai wakaf untuk anak-anak yatim, anak-anak miskin. Ibnu Huql mencatat dalam satu kota seperti Sicilia berdiri 300 al-katātīb, yang dalam satu al- kuttāb menampung ratusan bahkan ribuan siswa.

Lembaga pendidikan berbasis wakaf yang juga memiliki peran dalam kemajuan peradaban umat Islam adalah madrasah. Berbeda dengan lembaga pendidikan sebelumnya yang  ciri  khasnya  berdampingan  dengan  masjid,  maka madrasah terpisah dengan masjid.

Madrasah melakukan proses pendidikan dengan cara yang lebih formal, memiliki tingkatan-tingkatan dan batas waktu pendidikan. Proses pendidikan dibiayai dengan dana wakaf sehingga siswa-siswa belajar dengan gratis. Biaya operasional madrasah seperti menggaji guru dan alat-alat pengajaran dibiayai dengan hasil wakaf.

Madrasah wakaf yang terkenal dalam sejarah Islam adalah madrasah al-Nizhāmiyah di Baghdad yang didirikan oleh Bani Saljuk Turki tahun 459H. Tujuan pendirian madrasah ini menurut Nizhām al-Mulk untuk mencetak pemuda-pemuda calon pemimpin bangsa yang memiliki ilmu atas dasar akidah ahl al-Sunnah. Kemunculan madrasah al- Nizhāmiyah yang didanai dengan dana wakaf diikuti dengan berdirinya madrasah-madrasah yang lain

Lembaga berbasis wakaf lain yang memiliki peran dalam pembentukan intelektual umat Islam adalah maktabah atau perpustakaan. Maktabah memiliki nama lain seperti khizānah al-kutub, bait al-hikmah, dār al-ilm, dār al-kutub. Maktabah tersebar hampir diseluruh penjuru dunia Islam sejak abad ke-4. (Sumber: Jurnal At-taqaddum Volume 4, No 2, November 2012)

 

LEAVE A COMMENT