. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Veteran ini Pilih Wakaf jadi Amal Terbaiknya

Usia senja tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlomba dalam beramal. Tubuh yan tidak segar lagi bukan jadi penghalang bagianya untuk datang ke Kantor Wakaf Daarut Tauhiid (DT) pada medio Mei lalu. Dia sengaja datang untuk berwakaf. Dengan wajah penuh gembira, setelah wakafnya ditunaikan, dia mengutarakan niatnya untuk berwakaf selama sisa umurnya.

Dialah salah seorang veteran yang merasa beruntung. Di usianya yang ke-76 tahun, Allah menakdirkannya pergi umrah, kemudian mendapatkan pencerahan mengenai amalan yang penuh manfaat dan pahalanya mengalir abadi. Amalan itu adalah wakaf. Sejak saat itu, dia bertekad untuk berwakaf rutin. Wakaf Masjid 3 in 1 menjadi pilihannya.

“Wakaf itu kan ibadah, karena mengalir terus, walaupun bapak sudah meninggal, karena bapak sudah tua begini banyak dosa. Mudah-mudahan dengan wakaf ini mengurangi dosa. Insya Allah mampu, Ya seumur hidup, karena ada kemampuan dan bernilai agama, yang kata ustaz itu bisa bemanfaat bagi yang masih hidup, untuk saya walaupun sudah meninggal, dapat pahalanya,” ujarnya mantap.

Wakaf, Bentuk Rela Berkorban Seorang Muslim

Perjuangan membela negara dan memberikan manfaat kepada sebanyak-banyak orang menjadi jalan hidup veteran satu ini. Perjuangan membela negara, menurutnya, bukan hanya di medan perang. Sikap yang didasari rela berkorban penuh kesabaran dan kekhlasan itu haruslah dilakukan dalam seharian.

Berwakaf, menurutnya, adalah salah satu bentuk rela berkorban untuk negara dan agama, serta memberikan manfaat bagi banyak orang. “Wakaf itu kan merupakan taat kepada Allah, perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya kemudian menjelaskan, dengan Wakaf Masjid 3 in 1 yang dilakukannya, misalnya, banyak orang yang terbantu untuk salat berjamaah dan belajar keislaman.

Agar lebih berkah sekaligus bersilaturahim, Veteran yang menjadi Wakil Ketua DPD Veteran Jabar ini megatakan, dirinya akan terus datang ke Wakaf DT untuk menunaikan wakafnya. Usianya yang sudah sepuh bukan alasan untuk meminta wakafnya dijemput atau ditransfer melalui rekening Cinta Wakaf.

Dia pun mengajak anak dan istrinya untuk berwakaf. Dia menginginkan keluarga besarnya juga merasakan keberkahan dan pahala mengalir abadi walau jasad sudah tidak bernyawa. Dengan berwakaf, dia berharap bisa berkumpul kembali dengan keluarganya tercinta di surga kelak. (Agus Iskandar)

 

 

LEAVE A COMMENT