. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Usai Ibadah Haji, Aa Gym Kembali Isi Kajian Santri Karya

Sejuknya udara yang Allah berikan setiap paginya, membuat para Santri Karya Daarut Tauhiid (DT) selalu bersemangat menghadiri Kajian Santri Karya. Setelah ditinggal untuk melaksanakan ibadah haji, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) kembali mengisi Kajian tersebut dengan penuh semangat. Lokasi Kajian tersebut dilaksanakan disalah satu aset Wakaf Lembaga DT, yaitu Masjid Daarut Tauhiid, yang terletak di Jalan Geger Kalong Girang, No. 38, Kota Bandung, pada Kamis (31/8).

Aa Gym mengingatkan untuk melibatkan Allah saat berfikir, karena berfikir itu berzikir.  Ia pun mengutip terjemahan Surat Ali Imran ayat 190 – 191, “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, atau dalam keadan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Menurutnya, zikir itu harus dilaksanakan dalam segala keadaan, oleh sebab itu berzikir dan berpikir tidak bisa dipisahkan. Zikir tersebut tidak cukup hanya karena ingat, tapi harus juga dekat. Orang-orang musrik juga mereka bisa ingat dengan Allah, namun mereka tidak dekat dengan Allah. Maka, katanya, selain ingat dengan Allah, harus juga dekat dengan Allah. Jika banyak masalah, itu karena kurangnya zikir terhadap Allah. Zikir yang paling komplit adalah salat.

Ia juga mengajak seluruh Santri Karya agar bisa memperbaiki kualitas salat. “Contohnya ketika sujud, banyak orang-orang yang sujudnya selalu terburu-buru seperti yang hanya membenturkan kepala saja. Kalau sujudnya sudah tidak baik seperti itu, berarti ia sudah tidak tertarik kepada Allah. Karena saat terdekat seorang manusia dengan Allah, adalah ketika sedang sujud,” ujarnya.

Selain salat, kunci pertolongan Allah yang disampaikan Aa Gym ialah dengan al-Quran. Aa Gym kembali mengutip terjemahan surat Yunus ayat ke 57. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.”

Katanya, jika kita ingin mendapat petunjuk dari Allah, solusinya adalah memperbanyak membaca al-Quran. Kemudian aa gym mengutip terjemahan surat Al-Isra ayat 9. “Sungguh, Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar.”

Tingkatan dalam al-Quran adalah bisa membaca, memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan. Niat untuk membaca al-Quran pun belum tentu disukai oleh Allah, kecuali niatnya Lillahi Ta’ala. “Jika kita semakin banyak membaca al-Quran, pasti kita semakin disukai oleh Allah. Kemudian selanjutnya adalah memperbanyak sedekah,” lanjutnya.

Setiap kegiatan dan kebaikan yang disampaikan di Masjid DT Bandung, insya Allah akan menjadi ladang pahala yang mengalir kepada muwakif. Masjid-masjid yang dibangun oleh Lembaga Wakaf DT selalu makmur dengan banyaknya para jamaah yang menyimak kajian.

Bagi sahabat yang ingin menyalurkan wakafnya untuk kebaikan di dunia dan akhirat, silakan kunjungi Kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No. 67 Bandung. Informasi selengkapnya, silakan menghubungi: 085-200-123-123. (Yuga Hassani)

LEAVE A COMMENT