. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Ucapan Bagai Anak Panah

Orang yang beriman kepada Allah SWT dan rasul-Nya adalah terampil menjaga lisannya dari ucapan buruk, dari celetukan-celetukan yang tidak karuan, dan dari kata-kata yang tiada berguna. Orang yang beriman akan sangat memelihara lisannya agar selamat karena ia meyakini dengan sepenuh hati bahwa tiada satupun ucapan sehalus apapun kecuali pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.

Hati-hatilah terhadap lisan kita. Karena ucapan-ucapan yang terlontar darinya meskipun itu ringan namun bisa berakibat berat bagi kita. Seperti keterangan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh ra. bahwasanya salah seorang sahabat pernah berkata kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, sesungguhnya wanita itu rajin salat, rajin sedekah, rajin puasa. Namun dia suka menyakiti tetangga dengan lisannya.” Lantas Rasulullah saw bersabda, “Dia di neraka.” Kemudian sahabat bertanya lagi, “Ada wanita yang dikenal jarang berpuasa sunah, jarang sholat sunah, dan dia hanya bersedekah dengan potongan keju. Namun dia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Rosululloh Saw. bersabda, “Dia ahli surga.” (HR. Ahmad).

Maasyaa Allah! Betapa dahsyat akibat yang datang dari lisan kita ini. Ucapan yang terlontar dari lisan kita bagaiman anak panah yang melesat dari busurnya, sekali ia melesat maka tidak akan bisa ditarik lagi. Kemudian, jika dia sudah tertancap pada sasaran, maka jikapun dia dicabut kembali maka bekasnya akan tetap ada. Sekalipun bekas itu ditambal sedemikian rupa, maka tetap ia tidak utuh lagi seperti sedia kala.

Begitulah gambaran dari ucapan kita. Hinaan, cacian, makian, ledekan yang terlanjur terlontar dari lisan kita dan mengakibatkan orang lain sakit hati, itu tidak bisa ditarik lagi. Ucapannya sudah sampai, sudah terdengar, sudah membuat orang sakit hati. Ucapan maaf yang kita mohonkan kepadanya tidak akan mengembalikan hatinya yang sudah terluka. Boleh jadi dia berlapang dada memaafkan kita, akan tetapi ucapan buruk kita tetap sudah meninggalkan bekas di hatinya.

Oleh karena itu, marilah kita berlatih memelihara lisan kita. Rasulullah saw bersabda, “Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma‘ruf dan nahi munkar serta berzikir kepada Alloh Azza wa Jalla.” (HR. Tirmidzi).

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah SWT yang selamat lisannya, yang lisannya bisa membawa kita kepada keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin yaa Robbal’aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

 

LEAVE A COMMENT