. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Tragedi Buah Khuldi

“dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (QS.Thaha [20] : 115)

Ayat ini penggalan petunjuk kepada kita. Kisah itu begitu dalam dan bagi yang mengabaikan maka ia akan tenggelam dalam kesengsaraan dan kecelakaan.

Allah sebelumnya mempersilahkan Nabi Adam dan istrinya untuk menggunakan potensi yang ada di syurga, kecuali satu hal : “jangan dekati pohon ini.” Iblis pun melakukan tipu daya dengan membisikkan pikiran jahat. Apa yang disampaikan iblis terus mengutuk pikiran Nabi Ada. Lambat laun menjadi sugesti yang memunculkan rasa ingin tau. Akhirnya Nabi Adam dan istrinya bukannya menjauhi bahkan memakan buahnya, sehingga jatuhlah keduanya kedalam jurang kedurhakaan.

Inilah kedurhakaan pertama yang dilakukan manusia. Dari peristiwa itu tidak ada jaminan bagi seseorang untuk tidak diganggu iblis. Maka jangan merasa aman, sahabat Ali Bin Abi Thalih menegaskan “rasa aman adalah racun.”

Dalam kisah ini Allah berkehendak manusia harus memiliki sifat keinginan yang kuat. Dengan ini seseorang bisa bertahan dan menperjuangkan keinginannya.

Saat kemauan seseorang mulai luntur, saat itu rasa malas menggerogotinya, sehingga lalai dan meupakan tugas dan tujuan utamanya. Melalui kisah ini Allah menyadarkan pentingnya menjadi pribadi tangguh, yaitu pribadi yang memiliki keinginan kuat. Wallahu a’lam (Ust Edu)

LEAVE A COMMENT