. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Terlibat tanpa Terlihat

Sebuah kegiatan amal saleh yang sukses digelar dan berhasil menginspirasi banyak orang, itu bisa berlangsung ikhtiarnya karena dukungan dan kerjasama banyak orang. Seperti beberapa kegiatan syiar dakwah kemarin, baik yang di Jakarta, Bandung maupun kota-kota lainnya, atas izin Allah SWT semua berlangsung dengan lancar, dan ikhtiarnya adalah karena ada jasa pemasang soundsystem, pembuat baligo, penyebar informasi, para sopir kendaraan, dan bantuan tangan-tangan lainnya yang tidak terlihat atau tidak terekam kamera. Bahkan ada juga bantuan dari tangan-tangan yang tidak berkesempatan hadir langsung di lokasi kegiatan.

Apapun yang diniatkan karena mengharap penilaian Allah SWT pasti akan menjadi catatan kebaikan di hadapan-Nya. Sekecil apapun keterlibatan seseorang, jikalau diniatkan lillaahita’ala, niscaya akan sangat bernilai dan menghasilkan keberkahan.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah saw. bersabda, “Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikan dirinya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR.  Bukhari dan Muslim).

Saudaraku, tidak setiap amal sholeh mesti kita nampakkan. Memang ada amal yang sesekali perlu dinampakkan dengan niat syiar atau untuk memberi keteladanan. Sebagaimana dahulu Rasulullah saw menampakkan amal dengan maksud untuk memberi keteladanan kepada para sahabat dan umatnya termasuk kita. Namun, pada banyak kesempatan amal saleh cukup kita lakukan tanpa berharap diketahui atau dilihat orang lain. Inilah maksud dari mengasingkan diri pada hadits di atas, yaitu mengasingkan amal dari penglihatan orang lain.

Yang terpenting dari amal kita adalah keikhlasannya. Prinsip yang perlu kita pegang dalam beramal sholeh adalah; lakukan dan lupakan. Tidak perlu mengingat-ingat kebaikan yang kita lakukan, apalagi mengungkit-ungkitnya. Cukuplah Allah sebagai saksi dan cukuplah penilaian Allah bagi kita. Yang kita kejar adalah Allah rida pada kita. Tidak perlu juga kita merasa hebat setelah berbuat kebaikan, karena hakikatnya Allah jua yang memberi kita kekuatan dan petunjuk sehingga kita bisa berbuat sesuatu.

Marilah kita senantiasa melibatkan diri dalam jalan perjuangan menegakkan agama Alloh Swt. Tidak perlu ingin terlihat, tidak usah ingin diketahui orang lain. Lakukan amal saleh hanya mengharapkan rida Allah SWT, niscaya keberkahan akan meliputi kita semua. (KH. Abdullah Gymnastiar)

 

LEAVE A COMMENT