. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Teman Suka Berbohong

Saudariku, mengubah orang lain itu lebih sulit daripada mengubah diri sendiri. Maka, ada ulama yang mengatakan, kalau kita ingin mengubah orang lain, awalilah dengan mengubah diri sendiri menjadi lebih baik.

Maka, diantara pelajaran dari kasus menimpa teman tadi, adalah kita jangan sampai menjadi pembohong. Pastikan diri kita menjadi orang yang jujur. Jaga terus hal ini. Sebab, sebagaimana kita yang tidak menyukai kedustaan, orang lain pun pasti merasakan hal yang sama.

Terkait dengan teman tadi, kalau bisa kita cari tahu mengapa dia suka berbohong. Hal ini sangat penting. Dengan mengetahui alasannya, kita bisa bersikap bijak dan bisa mengambil solusi yang tepat.

Sebab, ada orang yang berbohong karena ia belum paham bahwa berdusta itu termasuk perbuatan yang dibenci Allah dan manusia. Bahkan, ada pula yang kebiasaan berbohongnya disebabkan karena gangguan kejiwa. Para psikolog menamakannya sebagai mythomania. Orang yang menderita ,mythomania biasanya menjadikan kebohongan sebagai kebutuhan. Dengan bohong itu dia merasa aman, bisa eksis, atau melarikan diri dari masalah. Jika sudah demikian, yang bersangkutan perlu mendapatkan terapi dari ahlinya, semisal psikologi.

Maka, sekali lagi, mengetahui latar belakang teman tersebut dan alasan mengapa dia sering berbohong, menjadi sangat penting. Sehingga kita tidak salah dalam bersikap. Kalau memungkinkan, jadilahmteman yang bisa merasa aman untuk curhat kepada kita. Sehingga, kita bisa menjadi jalan bagi “kesembuhan”nya dari kebiasaan berbohong.

Jangan lupa pula untuk terus mendoakan kebaikan baginya, terkhusus pada seperti malam terakhir, setelah tahajud. (Ninih Muthmainnah)

LEAVE A COMMENT