. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Tauhid Kunci Kebersihan Hati

Saudaraku, banyak di antara kita yang mengupayakan adanya kesatuan dan persatuan, baik dengan cara mendirikan partai politik, yayasan, organisasi masyarakat, atau wadah lainnya. Tetapi ternyata kedekatan hati itu tidak bisa di rekayasa. Partai di dalamnya bisa bertengkar, di dalam keluarga juga bisa ada pertengkaran, bahkan di dalam organisasi pengurus masjid pun di dalamnya bisa ada perselisihan.

Lantas apa yang benar-benar bisa mempersatukan? Jawabannya adalah tauhiid. Semakin bersih, lurus tauhiidnya maka akan semakin mudah persatuan terjalin, karena orang-orang yang bersih tauhiidnya akan saling tersambung, terkoneksi melalui frekwensinya hatinya. Semakin bersih tauhiid, semakin bersih pula hatinya.

Allah SWT berfirman, “Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfaal [8] : 63).

Hati tidak bisa diraih dengan menumpahkan sebanyak apapun harta kekayaan. Jikapun bisa, maka ketika ada pihak lain yang menggelontorkan harta yang lebih besar, maka hatinya akan beralih. Hati tidak bisa dipersatukan dengan harta. Hati hanya bisa bersatu jika Allah yang mempersatukan. Bagaimana bisa? Karena hati yang lurus, bersih mendekat kepada Allah, akan semakin saling mendekat bahkan bertemu.

Dan, kunci kebersihan hati adalah tauhiid yang lurus. Oleh karena itu, jika ingin kehidupan rumah tangga bahagia, kuncinya adalah tauhiid. Jika ingin kehidupan lingkungan masyarakat akur dan tentram, kuncinya adalah tauhiid. Jika ingin kehidupan organisasi berlangsung dinamis, kompak, dan sinergi dalam kebaikan dan kebenaran, maka kuncinya adalah tauhiid.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah kepada kita sehingga kita bisa menjaga tauhiid yang bersih dan lurus dalam hatinya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

 

LEAVE A COMMENT