. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Tata Cara Bertobat

Bertobat adalah obat bagi aneka penyakit hati, penawar dari segala resah gelisah dan aneka kesusahan. Dengan bertobat, sesungguhnya kita berusaha untuk kembali kepada Allah, mendekat kepada-Nya setelah sebelumnya kamu menjauh. Maka. dengan wasilah pertobatan itu, kita tinggalkan keegoan diri. kita lepaskan kesombongan dan rasa enggan untuk menyatakan penyesalan. Untuk mendapatkan suasana jiwa semacam ini. kita bisa mengondisikan diri untuk bisa fokus dan mendekat kepada-Nya. Berikut ini beberapa cm yang dapat kita tempuh.

Sediakan Tempat Khusus untuk Sendiri

jika munajat dilakukan dengan banyak orang, peluang untuk nya akan besar. Sebaliknya, jika dilakukan sendirian di kamar atau di mihrab pribadi, di tempat yang sepi dari pandangan manusia, kita akan lebih terjaga dari perbuatan riya. Hal lm telah dicontohkan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah saw.

Fatimah Az-Zahra mempunyai tempat khusus di rumahnya. semacam mihrab untuk melakukan shalat dan bermunajat kepada Allah Ta’ala. Di mihrab inilah & bermunajat dan ber-tuqarrub kepada Allah Swt. Setiap malam dn beribadah sampai kakinya bengkak-bengkak seperti yang dilakukan ayahandanya.

Mihrab milik Fatimah tidak luas. Tempatnya hanya cukup untuk tempat sujud. Di sanalah dia bisa berkonsentm penuh untuk bermunajat dan mencurahkan isi hatinya. Di mihrab tersebut terlihat cahaya memancar, penuh mn kesucian dan keberkahan.

Mulailah dengan Berwudhu

Awalilah proses mumiat dengan berwudhu. Lakukan wudhu terbaik. sempurnakan sunnah-sunnahnya, hadirkan hati. hayati setiap melaksanakan rukunnya. Jangan biarkan tetes-tetes air wudhu lewat begitu saja tanpa ada dosa yang tergugurkan

Saudaraku. berwudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh dengan air suci dan menyucikan. Ada bau” hikmah yang terkandung di dalamnya. Di antara hikmah yang didapat adalah Allah Ta’ala hendak membersihkan diri kita: fisik, akal, dan hati dari berbagai penyakit.

Shalat Sunnah Hajat Tobat

Setelah shalat Tahajud, lanjutkanlah dengan mengerjakan shalat sunnah Hajat dan Tobat. Sebenarnya, dengan melakukan shalat Tahajud penuh dengan keikhlasan cukup sebagai pembuka sebelum tobat dan muhasabah diri. Dan, dengan shalat Tahajud itu pula, kita sedang bertobat kepada Allah Swt. Lakukan shalat dengan cara yang benar, tertib, dan khusyuk.

Apabila shalat Tahajud, Hajat, dan Tobat betul-betul dilakukan dengan benar, tertib, dan khusyuk, kehadiran Allah Ta’ala akan benar-benar terasa. Apabila hati terus hadir ketika shalat dan berdoa, air mata akan keluar dengan sendirinya. Air mata inilah yang menjadi pertanda datangnya hidayah Allah. Akan tetapi, ingatlah bahwa tangisan kita bukanlah menangisi makhluk atau aksesori duniawi, melainkan menangisi dosa. Atau, yang lebih tinggi dari itu, tangisan kita adalah tangis kerinduan kepada Allah Swt.

Berdoa, Tafakur, dan Bermuhasabah

Berdoalah agar Allah Ta’ala membukakan hati kita. Dan, hal ini bisa kita dapatkan apabila doa dipadukan dengan tafakur dan muhasabah. Jadi, berdoa jangan hanya dalam hati, tetapi juga diucapkan.

Allah Ta’ala memberikan gambaran tentang pentingnya muhasabah, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyl’, 59:18)

Mengingat Kematian

Dengan mengingat mati, rasa takut akan dosa yang belum ditobati akan muncul. Bagaimana bisa kembali kepada Allah apabila ada banyak dosa yang belum ditobati? Apa yang akan terjadi di akhir apabila Allah Ta’ala belum mengampuni dosa dosa kita? Maka, dengan banyak mengingat mati, kita akan termotivasi untuk terus memperbaiki, memperbanyak tobat, dan menyiapkan sebanyak mungkin bekal untuk kembali.

Istighiar

Setelah mengingat kematian, segeralah beristighfar untuk dosa-dosa kita satu per satu. Beristighfarlah dengan sepenuh hati. Mohonlah ampunan Allah atas segala dosa yang telah dilakukan. Sesungguhnya tobat tidak cukup dengan satu kali. Kita harus melakukannya setiap saat sehingga tidak berlalu hari, kecuali ada catatan istighfar di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran, 3:133)

Memohon Peniagaan Allah dari Dosa

Jika sudah bertobat, berdoalah agar Allah Ta’ala menjauhkan kita dari kemusyrikan dan kemunafikan. Hal ini mengisyaratkan bahwa ada hal yang paling penting dan utama setelah bertobat dan membersihkan diri dari kemaksiatan, yaitu menjaga diri dari maksiat dan menghiasi diri dengan akhlak mulia.

Meminta Maaf kepada Orang yang Pernah Kita Zalimi

Kezaliman akan melahirkan aneka keburukan dalam hidup, terlebih kezaliman terhadap orangtua. Jika hal ini sampai menimpa, seorang anak wajib bersegera untuk meminta maaf kepada keduanya. Jika mereka telah meninggal dunia, doakanlah agar mereka diampuni dari segala dosa-dosanya.

Seorang alim berujar, ”Salah satu nikmat . terbesar dari Allah Ta ‘ala adalah ditutupinya aib, keburukan, dan dosa-dosa kita ‘ sehingga tidak tampak di hadapan manusia, kecuali kita sen diri yang membukakannya. Kemudian, Allah menyempurnakan nikmat itu dengan membukakan pinntu tobat selebar lebarnya sepanjang Siang dan malam agar siapa pun bisa ‘masuk’ ke dalamnya. Dengan jalan tobat itulah, Dia berkenan : menghapuskan segenap dosa hamba: Nya, sehingga tidak lagi tampak pada hari ; diungkapkannya kesalahan-kesalahan. Inilah nikmat nan sempurna.”

AI-Quran mengabarkan, ”(Ingatlah) pada hari ‘, (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada Hari Berhimpun ( Yaumut-Taghabun), itulah hariditampakkannya kesalahan. dan siapa ditampakkan aneka kesalahan. Dan siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebaikan, niscaya Allah akan menghapus ‘ segenap kesalahannya dan memasukkannya ‘ ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.” (QS At-Taghabun, 64:9)

(Ninih Muthmainnah)

LEAVE A COMMENT