. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Sedekah Tanpa Kata

APA yang dilakukan anak-anak remaja pada umumnya, khususnya yang masih berlabel SMA? Tentu kumpul-kumpul, nongkrong di kafe, atau pamer kendaraan dan pakaian bennerek. Wajar. Mereka masih mencari pengakuan dan jati diri dari lingkungan. Oleh: Hamba Allah*

Hal ini ada yang berdampak baik, namun ada yang berakibat buruk bagi mereka. Pondasi dan keimanan yang kuat. tentu menjadi faktor penting bagi keberlangsungan masa depannya kelak.

Fenomena tersebut memang biasa/Iumrah. Tapi menjadi luar biasa ketika menemukan fakta yang berbeda. Ada sekelompok anak muda, di usia mereka yang sama-sama remaja, namun pola pikirnya adalah Allah atau akhirat. Sedekah, mengaji. dan berdiskusi agama menjadi ‘sarapan dan amunisi’setiap hari.

Pengalaman langka ini memang ada pada mereka yang mencari hakikat kebenaran. Sebagai pengajar, saya beruntung mengenal mereka. Sekumpulan anak-anak remaja yang memiliki visi dan misi yang sama. Yakni rida Allah tujuannya. Yang menarik, ada satu siswa yang membuat saya kagum atas sikap dan perilakunya.

Perawakan sederhana dan tutur kata yang sopan menjadi ciri khas anak tersebut. Selama setahun banyak sekali program islami yang ia ikuti. Mulai dari sedekah kurban. infak sedekah tiap bulannya, dan berbagai program sosiai tidak pernah absen atau luput. Luar biasanya. setiap berinfak atau bersedekah, ia tidak pernah mau dicantumkan identitas dirinya.

Pernah saya bertanya, mengapa ia tidak pernah melewati tiap kesempatan amal, khususnya bersedekah yang datang kepadanya. ia lugas menjawab. tak ingin menyia-nyiakan masa muda yang hanya datang sekali. i’idak akan pernah terulang lagi. Lalu. mengapa ia tidak mau mencantumkan namanya setiap kali berinfak? Jawabnya, cukuplah Allah yang mengetahui. Sedekah tidak perlu diketahui orang lain, karena ia bersedekah hanya karena Allah. Sedekah tanpa kata.

Sungguh, pemikiran dan cita-cita mulia. inilah generasi islami yang hebat. Terbentuk tidak hanya dari lingkungan. namun juga dari keluarga atau pola asuh orangtua yang senantiasa membimbingnya.

Semoga, ia kelak menjadi generasi penerus risaiah yang Allah rindukan. Kini. ia sudah duduk di univeritas pilihannya dan menjadi siswa terbaik. Semoga. ia senantiasa istiqamah berada di jalan Allah melalui sedekah dan ibadah kaiena-Nya. Amiiin. *atas permintaan penulis agar namanya tidak dicantumkan.

LEAVE A COMMENT