. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Sandiaga Uno Kagum dengan Aset Wakaf DT

Kehadiran salah seorang pengusaha besar asal Indonesia, Sandiaga Uno, tentu menjadi pusat perhatian pengunjung, santri, hingga para masyarakat. Pasalnya ia sangat berprestasi dalam dunia usaha, hingga semua kagum terhadap dirinya. Sandiaga Uno mengunjungi Daarut Tauhiid (DT), dan area pertokoan Wakaf DT, pada Selasa (16/10) sore.

Kunjungannya merupakan silaturahim bersama pengurus Yayasan DT. Ia juga mengaku sangat terkesan dengan sistem perekonomian di DT, yang menerapkan konsep berbasis umat dan wakaf. “Wakaf produktif yang bisa membina ekonomi berbasis kerakyatan, ekonomi berbasis pemberdayaan komunitas, juga bagaimana bersandingnya pondok pesantren, dan kegiatan ekonomi ini bisa berkelanjutan, berkesinambungan,” jelasnya.

Sistem ekonomi dan wakaf yang diterapkan DT telah terbukti mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran DT memberikan dampak positif, karena mampu menjaring masyarakat sekitar untuk berwirausaha. Terlebih, DT pun memberikan pendampingan serta akses modal yang membuat perekonomian bisa bertahan bahkan maju.

Menurutnya, konsep ekonomi berbasis wakaf bisa dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Ia ingin agar setiap pesantren di seluruh Indonesia memiliki sebuah sistem perekonomian yang sama seperti di Pesantren DT. “Saya lihat nanti akan ada pusat-pusat pertumbuhan bersanding dengan kegiatan keagamaan pesantren,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Gatot Kunta Kumara, Ketua Yayasan DT menyampaikan, semua aset yang ada di DT adalah wakaf. Mulai dari masjid, pertokoan, gedung civitas DT, Aula Daarul Hajj, Dome Sentral lima, Cottage Daarul Jannah, hingga parkiran. Hampir semuanya dikelola dengan model bagi hasil.

“Per 2007, aset Daarut Tauhid sudah mencapai Rp 145 miliar. Dari wakaf, terbukti DT bisa mandiri, mulai dari bayar listrik hingga menggaji pegawai. Selain itu, tidak dari sumbangan masyarakat. Dari sumbangan masyarakat itu ada di DT Peduli. Dari sumbangan masyarakat itu (malah) jadi program beasiswa dan program kemanusian,” ujar Gatot. (Yuga Hassani)

LEAVE A COMMENT