. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Saat Berbuat Maksiat

Keburukan, kesempitan, ketidakbahagiaan yang terjadi pada diri kita adalah diundang oleh diri kita sendiri. Cara kita mengundangnya yaitu dengan berbuat buruk juga. Allah SWT berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuro [42] : 30).

Oleh karena itu, ketika kita melakukan suatu kemaksiatan maka segeralah sadar dan ingat bahwasanya apapun yang kita lakukan ada dalam pengetahuan Allah SWT, dan tiada satupun keburukan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dan pasti ada perhitungannya di hadapan Allah SWT.

Kita tahu bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah SWT dan bukan pula syaitan yang selalu membangkang kepada-Nya. Akantetapi, ini sama sekali bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi manusia yang plin-plan, abu-abu, yaitu salat jalan maksiat pun jalan. Karena sesungguhnya Alloh Maha Tahu apa yang kita sembunyikan di dalam hati kita. Allah Maha Tahu mana hamba-Nya yang memang khilaf kemudian bertaubat, dan mana hamba-Nya yang memang munafik.

Saat berbuat maksiat, sikap terbaik adalah segera mengerem diri, segera berhenti, istighfar lalu berpaling meninggalkannya. Satu langkah kita meninggalkan kemaksiatan, maka seribu langkah pertolongan Allah menghampiri kita. Satu langkah kita berjalan di jalan taubat, seribu langkah ampunan Allah datang kepada kita.

Tidak ada manfaat sedikitpun dari maksiat yang kita lakukan, yang ada hanyalah dosa dan penyesalan. Semoga kita termasuk orang-orang yang jauh dari maksiat dan istiqomah dalam taubat. Aamiin yaa Robbal’aalamin.
[KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT