. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Pertokoan dan SMM DT, Wakaf Produktif untuk Umat

Sebanyak 10 toko tampak rapi dengan bangunan permanen be-rolling door dilengkapi nama toko di atas pintunnya. Itulan Pertokoan Wakaf DT, salah satu aset wakaf produktif.  Siapa sangka, sebelumnya toko-toko tersebut hanya berupa lapak yang disekat partisi sementara.

Bangunan toko yang rapi tersebut dibuat pada 2012. Hal itu dilakukan untuk menambah nilai manfaat toko dan menjadi salah satu inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif. Yana Nurzaman, Kepala Sekretariat Wakaf DT menyebutkan, pembangunannya berlangsung hanya dalam beberapa bulan saja. Banguan yang sudah permanen sebagian, memudahkan proses pembangunan yang dilakukan.

Yana menjelaskan, hasil dari sewa toko tersebut menjadi biaya operasional Yayasan DT, termasuk Wakaf DT di dalammnya. Setiap tahunnya, para pedagang membayar sewa dengan nilai sesuai letak tokonya. Semakin di depan, harga sewanya semakin tinggi. Dari 10 toko-toko itu sekita 150-170 juta pertahun yang masuk. Biaya sewa per toko nya berbeda-beda tergantung letaknya.

Nurlela, Kesubag Administrasi dan Pengembangan Usaha Manajemen dan Optimalisasi Aset Wakaf DT, menambahkan, keberadaan pertokoan wakaf DT, selain sebagai sumber operasional dan perawatan, serta pengembangan Yayasan DT, juga untuk membangun ekonomi umat.

Walaupun sekalanya masih kecil, sebanyak 10 toko yang berderet di area bazar itu dipastikan membantu para pemilik toko untuk mendapatkan penghasilan. Setiap toko, jelas Lela, juga tentunya memiliki pegawai dan memiliki keluarga yang juga ikut terbantu dengan pendapatan toko-toko tersebut.

Keberadaan toko-toko Wakaf DT juga menciptakan lingkungan jual beli yang Islami, baik kepada para pedagang, maupun kepada para pembelinya. Dari toko tersebut, para pembeli bisa membeli barang-barang halal dan keperluan untuk ibadah mereka dengan mudah. Dan para pedagang dapat salat tepat waktu dan menutup toko dengan aman.

Yosef, salah seorang pedagang mengaku, merasakan keberkahan bisa berjualan di toko wakaf produktif. Selain mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan, ungkap Yosef, dirinya juga bisa beribadah dengan tenang.

Berbicara keuntungan, lanjut Yosef, penjualannya bisa untung lima hingga sepuluh juta perbulan. Keuntungan tersebut sudah di luar biaya sewa dan listrik. Adanya pertokoan DT, tambah Yosef, menunjukkan DT menjadi model penerapan Ekonomi Syariah. Selain membangun ekonomi msyarakat, DT juga terus berkembang dengan hasil wakaf produktif toko.

Selain Pertokoan Wakaf DT, ada juga Super Mini Market (SMM) DT yang menjadi aset wakaf produktif. Setiap tahunnya, SMM DT memberikan sewa sebesar 200 juta untuk pemasukan operasional Yayasan DT. Swalayan syariah tersebut berada tepat di atas tanah wakaf, menempati lantai satu gedung Yayasan Daarut Tauhiid, di sebrang Masjid Daarut Tauhiid (DT).

Mengusung prinsip sebagai mini market yang sehat, halal, dan tambah ilmu (Sehati), Swalayan yang menjadi pusat pembelanjaan di DT ini ramai didatangi oleh para pembeli. Baik orang yang tinggal di sekitar DT, maupun para pengunjung DT dari luar.
Nugraha  Hartanto, Supervisor SMM Daarut Tauhiid menyebutkan, Rata-rata orang yang datang ke SMM bisa mencapai jumlah 800 hingga 1000 orang perhari.

Sebagai Swalayan berkonsep syariah, ada beberapa peraturan yang membedakan antara SMM dengan swalayan lainnya. Pertama, tak ada barang yang diharamkan dijual di dalam aset wakaf produktif tersebut.

Kedua, Seperti pertokoan Wakaf DT, SMM sangat ketat dalam urusan waktu salat. Lima belas menit sebelum adzan berkumandang, swalayan berwarna hijau ini segera ditutup. Ketika waktu salat, tidak ada aktivitas apa pun di dalam swalayan.

Ketiga, di dalam swalayan tersebut, selalu diputar audio hikmah. Kadang Muratal, musik positif, bahkan tausyiah yang disiarkan di MQ FM menjadi audio yang disuguhkan kepada para pengunjung. Nunu mengungkapkan, selain dapat mengeruk keuntungan sekaligus keberkahan, SMM juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi retail lain.

Sebagai aset wakaf, Pertokoan Wakaf DTdan SMM juga tentunya memberikan ladang amal bagi siapa saja yang berbelanja. Mereka secara tidak langsung ikut mengembangkan wakaf produktif, ikut membangun pesantren Daarut Tauhiid. [Agus Iskandar]

LEAVE A COMMENT