. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Peringatan Hari Santri Jadikan Aset Wakaf Lebih Berwarna

Tepat pada hari Senin (22/10), seluruh santri di Indonesia tengah berbahagia merayakan Hari Santri Nasional yang ke-3 dengan berbagai macam cara. Tidak terkecuali dengan santri Pesantren DT Serua yang tengah menuntut ilmu di aset wakaf. Mereka memeriahkan Hari Santri Nasional, dengan berbagai kegiatan. Seperti khataman Quran, senam kebugaran, pelatihan siap siaga bencana, hingga kegiatan buka bersama.

Di dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, lapangan Sekolah Adzkia Islamic School (AIS), Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Serua terlihat berbeda. Aset wakaf yang biasa digunakan untuk upacara pengibaran bendera setiap Senin, dengan nuansa biru putih, dan abu-abu putih, kini dipenuhi dengan santri yang mengenakan pakaian khas pesantren, yakni baju koko putih dan sarung.

Ustaz Irwan Gunawan, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, menuturkan, upacara menggunakan sarung ini bukan hanya dilakukan oleh santri, tapi juga diikuti oleh seluruh civitas DT Serua.

“Ada yang khusus pada kegiatan upacara bendera hari ini. Memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh hari Senin ini, siswa melaksanakan upacara dengan menggunakan sarung dan baju koko,” ujar Ustaz Irwan.

Memaknai Hari Santri, yang jatuh pada Tanggal 22 Oktober, di ungkapkan oleh Ustaz Edi Abu Marwa, salah seorang Guru Aqidah dan Akhlaq ke DT-an, peringatan Hari Santri diadakan, tidak hanya sekadar untuk berbangga menjadi santri, tapi juga untuk meneladani semangat jihad yang sering didengung-dengungkan oleh para ulama.

Menurutnya, ditetapkanya Hari Sanri Nasional pada tanggal tersebut, karena merujuk pada satu peristiwa bersejarah. Yakni sebuah seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH. Hasyim Asy’ari, untuk berperang, jihad melawan tentara sekutu yang menjajah bangsa Indonesia. (Ernawati)

LEAVE A COMMENT