. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Perbanyak Kebaikan agar Hidup Kita Diampuni

Sekecil apapun dosa kita, Allah tahu, Allah masih menutupinya. Siang dan malam allah terus-menerus membentangkan tangannya untuk menerima tobat hambanya. Kita pun harus segera bertobat, sebab besok siang atau lusa malam belumtentu masih hidup. Jangan sampai saudara berniat tobat sesaat sebelum matahari terbit dari arah terbenam.

“mengapa allah tidak langsung membalas orang yang berbuat dosa? Masih ditutupi dan ditunggu tobatnya sebelum datang ajal, atau baru dibalas setelah matahari terbit dari arah terbenamnya?” lalu dikatakannya “siapa bilang sekarang sama sekali tidak dibalas?”

Kita menjadi tidak nikmat dalam beribadah merupakan salah satu kerugian tidak sungguh-sungguh beribadah. Ketika diberi peringatan, teguran, karunia demi karunia dicabut, tetapi kita tidak merasakannya. Tanpa sadar sudah jauh dari allah dan bergelimang maksiat.

Saudaraku, mari periksa diri masing-masing, dan sungguh-sungguhlah memohon ampunan-Nya. Kalau sungguh-sungguh mau bertobat, salah satu upaya adalah memperbanyak kebaikan. “sesungguhnya kebaikan-kebaikan itudapat menghapus perbuatan-perbuatan buruk.” (QS.Hud [11] : 141)

Kalau sudah mau tobat, kita harus benar-benar berjuang penuh. Dan setiap yang menjadi keburukan, kita mohon ampunan allah, lalu tutup dengan kebaikan.

Kalau tobat kita kurang menghapus, maka kita berharap dengan kebaikan yang terus dilakukan. “dan sungguh aku maha pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS.Thaha [20] : 82)

Saudaraku, sering-seringlah memeriksa diri, siapa tau kita telah jauh dari allah. Bahwa tanpa sadar telah menumpuk sekian banyak teguran dan perintah, karunia yang diambil tanpa kita merasa rugi.

Mari bersungguh-sungguh bertaubat! Perbanyak berbuat baik sebagai mana tak terhitungnya dosa kita perbuat, siang atau malam, yang masih ditutupi allah. Mudah-mudahan setiap diri kita diampuni dan istiqamah dijalan yang benar. (KH. Abdullah Gymnastiar)

LEAVE A COMMENT