. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Niat Berhijrah

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Alloh. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisaa [4] : 100).

Hijrah selain memiliki makna berpindah secara lahir, juga memiliki makna berpindah secara batin. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang kurang baik, kepada keadaan selanjutnya yang lebih baik. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang kurang sungguh-sungguh ibadah, kepada kesungguhan memperbaiki diri dan mendekati Allah SWT.

Akan tetapi, Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya menerangkan kepada kita bahwa tidak setiap orang berhijrah itu dengan niat lillaahi ta’ala, ada juga orang yang berhijrah dengan niat mengharapkan sesuatu selain Allah. Ada yang karena ingin mendapat penilaian dan kekaguman makhluk, ada yang karena ingin mendapat keuntungan materi, ada yang karena wanita, dan lain sebagainya. Sedangkan apa yang diniatkan, sebatas itulah yang akan didapatkan.

Misalnya, ketika seorang wanita memutuskan untuk berhijrah dari tidak berhijab menjadi berhijab, maka periksalah ke dalam hati apakah yang mendorong keputusannya itu. Apakah benar-benar mengharap rida Allah, ataukah demi polularitas, demi pengakuan makhluk, demi keuntungan materi atau demi alasan-alasan duniawi lainnya?!

Jika kita membaca sejarah, maka kita akan menemukan bahwa ada orang yang menyatakan dirinya hijrah dari kekafiran kepada Islam, namun rupanya bukan karena Allah, melainkan justru untuk mencari-cari kelemahan Islam dan kaum muslimin. Maasyaa Allah!

Saudaraku, kita harus semakin baik dari hari ke hari. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang tidak baik kepada keadaan yang lebih baik adalah keharusan seorang muslim. Namun, rajin-rajinlah untuk selalu memeriksa hati dan meluruskan niat agar setiap ikhtiar kita memperbaiki diri adalah benar-benar karena Allah SWT. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT