. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Muliakan Orangtua dengan Berwakaf

Membahagiakan dan memuliakan kedua orangtua selepas lulus sekolah atau bekerja, tidak berlaku bagi Aulia. Pelajar yang masih duduk di bangku SMP ini menyampaikan, memuliakan kedua orangtua tidak harus menunggu dewasa, karena ia belum tentu hidup hingga dewasa. Kalaupun ia hidup hingga dewasa, orangtuanya belum tentu masih hidup saat ia dewasa.

Maka, Aulia pun memilih berwakaf dari menyisishkan uang jajan yang ia miliki, merupakan salah satu caranya memuliakan kedua orangtua. “Ya diniatkan saja wakafnya untuk bapak dan ibu. Mudah-mudahan pahalanya mengalir untuk mereka, berkah kehidupannya dunia dan akhirat,” katanya pada Selasa, (4/12).

Walaupun belum bisa berwakaf dalam jumlah yang banyak, namun ia percaya bahwa amalnya insha Allah diterima oleh Allah. Ia pun meyakini, upayanya untuk istiqamah berwakaf, akan menghadirkan keberkahan dalam kehidupannya. “Kata Aa Gym juga, tidak akan disia-siakan oleh Allah, orang yang sudah berjuang beramal saleh,” lanjutnya.

Caranya berwakaf terbilang unik. Setiap hari ia sisihkan uang jajannya, dan di akhir pekan, baru ia wakafkan melalui transfer. Bahkan, kalau ada waktu luang, ia menyempatkan diri memberikan wakafnya melalui kotak wakaf Daarut Tauhiid (DT), yang berada tepat di sebelah pintu masuk Super Mini Market (SMM).

“Kalau ngasih uang wakaf ke kantor Wakaf DT nya mah malu, karena uangnya sedikit. Jadi dimasukkan saja ke kotak wakaf, sekalian jajan ke SMM,” ungkapnya. Ia pun berharap, Lembaga Wakaf DT dapat istiqamah mengelola dana wakaf, dan aset wakaf semakin makmur, sehingga pahalanya terus mengalir bagi muwakif. (Cristi Az-Zahra)

 

LEAVE A COMMENT