. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Mulia karena Dewasa

Menjadi tua itu tidak identik dengan menjadi dewasa. Orang menjadi mulia bukan karena senioritas dalam hal usia, orang menjadi mulia karena kedewasaannya. Makin tambah usia, makin tambah ilmu, mestinya makin matang dan dewasa.

Iman itu cirinya adalah akhlaqul kariimah, dan orang yang berakhlak mulia adalah milik pribadi yang matang dan dewasa. Oleh karena itu, tidak heran kalau kita menemukan seseorang yang secara usia masih sangat muda, namun jiwanya matang dan dewasa, tutur katanya terjaga jauh dari ucapan kotor dan sia-sia. Itu karena orang tersebut memiliki akhlak mulia.

Sebaliknya, ada orang yang secara usia sudah tua, namun jiwanya masih kekanak-kanakan, terbiasa berkata kotor, senang pamer, senang berghibah, mudah marah-marah oleh sebab yang sepele. Itu karena ia belum menjadikan akhlak mulia sebagai bagian dari dirinya.

Nabi Muhammad saw adalah sosok terbaik yang mencontohkan kedewasaan. Sejak masih berusia muda beliau sudah dikenal oleh masyarakat Mekkah dikarenakan kematangan dan kedewasaannya yang nampak dari akhlak beliau yang mulia.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab [33] : 21).

Kedewasaan itu banyak bentuknya, perbuatan yang terpelihara dari menyakiti orang lain dan dari berbuat kerusakan, ucapan yang terjaga dari kata-kata kotor, amal yang bersih dari riya’ dan kalaupun amal perlu diperlihatkan itu adalah untuk memberi contoh kebaikan, senda gurau yang seperlunya tanpa melampaui batas. Sikap-sikap kedewasaan ini tidak mesti hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah senior usianya, melainkan bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan mulia akhaknya.

Beruntunglah orang-orang yang membina akhlak mulia sehingga pribadinya menjadi pribadi yang matan dan dewasa. Semoga kita termasuk orang-orang yang demikian. Aamiin yaa Robbal’aalamin.

 [KH. Abdullah Gymnastiar]

 

 

 

LEAVE A COMMENT