. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Menghormati Sesama

Rasulullah saw bersabda, “Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

Saudaraku, tentu kita sering berupaya berpenampilan sebaik mungkin, pakaian serapi mungkin. Dalam kondisi yang demikian, apakah yang terlintas dalam hati kita? Apakah karena ingin mendapat pujian orang lain karena penampilan kita yang rapi?

Tentu tidak ada yang salah dengan penampilan kita yang pantas, baik, bersih dan rapi. Karena Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan dan keindahan. Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Namun, pastikan saat kita berpenampilan baik dan rapi itu bukanlah karena mencari pujian manusia, melainkan karena semata-mata mengikuti sunnah Nabi saw yang mengajarkan kita untuk mencintai kebersihan, kerapian dan untuk menghormati orang lain.

Saat hendak bertemu dengan orang lain, baik yang lebih tua maupun lebih muda dari kita usianya, tentulah kita perlu menghormatinya. Dan, penampilan kita yang baik adalah ikhtiar kita untuk menghormati dan menghargainya. Sikap yang demikian merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Sudah menjadi tabiat manusia manakala akan menghadap orang yang ia hormati maka ia akan berpenampilan sebaik mungkin. Saat menghadap atasan, maka seseorang akan berpenampilan dan bersikap sebaik mungkin. Saat menghadap calon mertua, maka seseorang akan berpenampilan dan bersikap sesopan mungkin. Hal ini akan jauh lebih bernilai jikalau diniatkan sebagai ibadah, meneladani Rasulullah saw. dan mencari rida Allah SWT.

Jikalau niat kita lurus, hati kita usahakan selalu bersih, maka rasa hormat akan jauh lebih terasa dan sampai ke hati orang lain. Sebaliknya, jika penghormatan kita hanya artifisial, hanya kemasan belaka dan mencari kekaguman makhluk, maka siap-siaplah untuk kecewa karena sesungguhnya hati hanya bisa disentuh oleh hati.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang terampil meluruskan niat. Sehingga perbuatan sekecil apapun yang kita lakukan menjadi bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT