. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Mengapa Harus Wakaf Asrama Tahfiz Quran?

Sedekah (wakaf) adalah amal yang diajarkan oleh Rasulullah saw, dan sangat disukai oleh Allah SWT. Umat Islam haruslah meyakini bahwa setiap amal yang diajarkan oleh Rasulullah saw, pasti di dalamnya terkandung kebaikan yang sangat besar bagi kehidupan.

Bahkan, kebaikan dari wakaf ini tidak hanya untuk diri yang berwakaf, melainkan juga bagi orang lain, hingga menjangkau orang-orang yang lebih banyak lagi. Inilah yang dikenal dengan keberkahan. Tapi, meski hikmah wakaf ini sangatlah luar biasa, namun masih ada saja sebagian dari Umat Islam yang belum termotivasi untuk antusias bersedekah.

Perkembangan Lembaga Wakaf di Indonesia, terus berkembang setiap tahunnya. Khususnya Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT), di bawah Pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Salah satu program wakaf yang digulirkan ialah wakaf untuk asrama tahfiz al-Quran.

Mengapa Umat Islam harus antusias berkontribusi dalam berwakaf Asrama Tahfiz ini? Karena generasi Qurani ialah generasi yang diharapkan menjadi penerus Umat Islam di masa yang akan datang. Bayangkan saja bila tak ada anak muda yang mau belajar membaca dan menghafal al-Quran, akan seperti apa gelapnya kehidupan mereka di masa mendatang? Lalu, berwakaf untuk Asrama Tahfiz juga menjadi investasi pahala bagi muwakifnya. Bahkan, saat muwakif telah tiada (wafat), sedangkan asramanya masih tegak berdiri, santrinya banyak yang sudah mengahafal al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan, insha Allah pahalanya juga mengalir kepada muwakif.

Maasyaa Allah! Inilah berkah. Dari harta yang diwakafkan untuk Asrama Tahfiz, berbuah pahala yang terus menerus. Mengapa? Karena di atasnya berlangsung kegiatan menuntut ilmu. Ditambah lagi pahala yang banyak, karena dari Asrama Tahfiz tersebut, lahir para calon ulama yang mensyiarkan agama Allah SWT.

Sesungguhnya, ketika seseorang membelanjakan harta di jalan Allah, sebesar apapun harta yang dikeluarkan, sesungguhnya orang itu tidak kehilangan sedikitpun! Sebaliknya, justru orang tersebut sedang menuai kekayaan sejati yang jauh lebih besar dan lebih bermanfaat bagi hidup di dunia dan akhirat.

Syaitan menjajikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya, dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui)”, (QS. Al-Baqarah [2] : 268).

Syaitan akan terus menerus menghasut dan manakut-nakuti manusia dengan kemiskinan, jika ia bersedekah (wakaf). Padahal, Allah telah berjanji menjamin balasan yang berlipatganda bagi siapa saja yang ikhlas berwakaf karena-Nya. Maka, tunggu apa lagi, mari anggarkan dana yang dimiliki untuk Wakaf Asrama Tahfiz al-Quran, melalui Lembaga Wakaf DT. (Cristi Az-Zahra)

 

 

 

 

LEAVE A COMMENT