. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Memohon Keselamatan

Setelah berlibur di kampung halamanan orangtua, sebuah keluarga muda bergegas untuk kembali ke tempat tinggalnya di sebuah kota. Seperti biasa, sebelum berangkat, mereka berinfak, berdoa, dan membaca Al-Quran. Mereka berangkat menggunakan mobil pada jam sepuluh malam.

Setelah sekian jam mengarungi perjalanan, sekitar puku| tiga dini hari, saat jarak perjalanan hanya tinggal beberapa ratus meter lagi dari rumah, mobil mereka menabrak palang pintu masuk kompleks perumahan. Rupanya sang sapi kelelahan sehingga mengantuk. Akibatnya, dia tidak melihat palang pintu yang menghalangi jalan mereka. Inna lillahi wa innd ilaihi raji’zin.

Apa pun yang terjadi, mereka tetap bersyukur karena yang “terluka” hanya mobilnya saja. Adapun badan mereka tidak lecet sedikit pun. Ini adalah kebesaran Allah Azza wa Jalla. Jika saja Allah Ta’ala berkehendak dan membuat mobil itu terjungldr, niscaya semua penumpang mobil itu akan terluka, bahkan meninggal. Bisa juga mereka terkena pecahan kaca, atau kepala mereka membentur pintu mobil, terjepit, dan sebagainya.

Sungguh, Allah adalah As-Salcim, Zat Yang Mahasejahtera, Zat Yang Mahakuasa untuk memberikan keselamatan, mencurahkan rahmat dan memberikan kesejahteraan kepada makhluk-Nya.

Memang benar, kita harus berdoa untuk keselamatan fisik atau jasmani. Namun, ada hal yang jauh lebih penting, yaitu berdoa untuk keselamatan iman dan tauhid kita. Di sinilah pentingnya kita terus menabung amal saleh sebanyak dan seikhlas mungkin. Mengapa? Agar Allah Ta’ala senantiasa menjaga dan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat.

Siapa pun kita, jangan sampai menyepelekan hal ini Ada banyak orang yang awalnya beriman tetapi kemudian kehilangan imannya, bahkan mati dalam keadaan kafir. Mengapa? Sebab, mereka tidak sungguh-sungguh dalam menjaga dan memelihara anugerah keimanan tersebut, di antaranya dengan tidak meminta keselamatan iman.

Oleh karena itu, saudaraku, sangat bijak apabila kita banyak membaca doa berikut, terkhusus setelah shalat yang lima waktu

Allahumma anntas-salam, wa minkas-salc’im, wa ‘alaika a’adus-saldm, fahayyina rabband bis-saldm, wa adkhilnal’annata daras-saldm, tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzaljalali wal-ikram.  AIIahummaftahli abwaba rahmatika wa maghfiratika wa adkhilni fiha, bismillahi waI-hamdulilla’ihi wash-shalatu was-salamu’alaika ‘ala’ RasuIillah.

“Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan dan dari Mu datangnya keselamatan, dan kepada-Mu kembali segala keselamatan. Maka, hidupkan kami, wahai Rabb dengan penuh keselamatan. Dan, masukkanlah kami ke dalam surga tempat keselamatan, Maha berkah Engkau, wahai Rabb kami, dan Mahatinggi Engkau, wahai Zat Yang Mahaagung lagi Mahamulia. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat dan ampunan, serta masukkanlah aku ke dalam ampunanMu. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah saw.”

Selain doa tersebut, ada doa versi lainnya yang lebih singkat, yaitu: Allahumma anntas-salc’im, wa minkas-salam, tabcirakta ya dzal-jalali wal-ikrc’im.

“Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu-lah kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim dan Ahmad)

Saudaraku, jadikan asma Allah As-Saldm sebagai bagian dari zikir kita. Jangan segan atau malas melafalkan nama yang agung ini, terkhusus saat kita dihadapkan pada kesulitan, kesempitan, dan impitan beban hidup, termasuk saat kita sedang bepergian.

Maka, ketika di perjalanan, sibukkan hati kita dengan menyebut-nyebut, “Ya Allah, ya Salam: Wahai Allah, wahai Zat Yang Memberikan Keselamatan.” Ketika pergi meninggalkan anak-anak di rumah, titipkan mereka kepada Allah As-Salcim. Atau, ketika suami atau anak-anak pergi ke luar negeri atau ke mana pun, memohonlah kepada Allah Ta’ala agar mereka diberi keselamatan. Sungguh, kita tidak bisa melindungi anak-anak kita tanpa pertolongan Allah, Zat Pemberi rasa aman dan aneka perlindungan.

Semoga saja, dengan mendawamkan bacaan ini, Allah Azza wa Jalla berkenan memberikan keselamatan ke dalam hati kita, keselamatan dalam aktivitas keseharian kita, serta keselamatan dalam lisan dan pikiran kita. Dan, puncaknya, Allah Ta’ala memasukkan kita ke surga Darussalam.

“Ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah? Cintai dan kasihi makhluk-Nya,” demikian ungkap seorang ulama. Menyayangi sesama sejatinya adalah cara paling tepat untuk mendapatkan keselamatan dari Allah Ta’ala.

Maka, Rasulullah saw. menasihatkan, “Para penyayang akan dirahmati oleh Zat Yang Maha Penyayang (Ar-Rahman). Maka, sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit (A Ilah Ta ‘ala) akan menyayangimu.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Beliau pun berpesan, ”Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambungkan silaturahim, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang terlelap » tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat sejahtera.” (HR At-Tirmidzi).

(Ninih Muthmainnah)

LEAVE A COMMENT