. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Memaafkan dan Berlapang Dada

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Alloh mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nuur [24] : 22)

Allah menurunkan ayat ini kepada Rasulullah saw berkenaan dengan Abu Bakar r.a yang bersumpah bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat menyiarkan berita bohong atau fitnah mengenai putrinya, Aisyah r.a. Maka, turunlah ayat ini yang melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu sekaligus menyuruh untuk memaafkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.

Mari kita belajar kepada anak-anak, yang seperti apapun orangtua mereka memarahi, mereka tetap mendekat dan memeluk orangtua mereka dengan penuh kasih dan cinta. Boleh jadi karena anak-anak hatinya masih bersih, tiada dendam. Tapi justru di situlah cermin kita belajar, yaitu bahwa kemampuan untuk memaafkan, berlapangdada, mengasihi hanya lahir dari hati yang bersih dan bening. Dan, hati yang bersih ada sumber kekuatan, karena memaafkan hanya dimiliki oleh orang-orang yang kuat, bukan kuat fisiknya tapi kuat jiwanya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita hidayah dan kekuatan sehingga kita mampu untuk menjaga kebeningan hati dan menjadi pribadi yang mampu berlapang dada serta memaafkan. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT