. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Makmurkan Masjid, Investasi Dunia Akhirat

Segala puji bagi Allah yang menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Segala puji bagi Allah yang mengurus diri kita setiap saat, yang menyaksikan apa pun yang kita lakukan. Dialah Allah yang menyediakan ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat, dan sangat gembira menyaksikan hambanya yang bertaubat.

Dialah Allah SWT Yang Maha Agung, Yang Maha Mengetahui setiap niat. Bahkan, niat baik saja sudah ditulis sebagai kebaikan walaupun belum dilakukan. Dan, jikalau niat baik itu dilakukan, maka Allah melipatgandakan 10, 700 kali lipat, atau bahkan lebih. Dialah Allah yang Al-Barr, Allah Yang Maha Baik. Yang Maha Melimpahkan kebaikan tiada bertepi.

Sahabatku, Allah SWT menjelaskan dalam al-Quran tentang amal yang bisa jadi bahan evaluasi kita semua, yaitu amal menafkahkan harta yang kita cintai, “kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran [3] : 92).

Begini ya, kalau bayar zakat itu jangan bangga, da itu mah kewajiban kita. Mau bayar zakat satu juta, satu milyar, itu kan bukan hak kita, tapi kewajiban yang harus kita keluarkan. Seperti bayar hutang, jangan bangga da hutang. Tetapi kalau wakaf, itu harusnya menjadi suatu kegembiraan,” kata KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Aa Gym kemudian menjelaskan minimnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang wakaf, dibandingkan pemahaman tentang zakat. Padahal zakat itu nilainya kecil, hanya 2,5%, 5%, 10%, paling banyak 20%. Bahkan, di luar negeri yang lebih dikenal adalah wakaf. Sampai ada kementrian wakaf, dan tidak ada kementrian zakat. Sekarang wakaf di Indonesia sudah mulai marak walaupun  terlambat karena kurangnya ilmu tentang wakaf.

“Sahabatku, wakaf itu ukurannya bukan nisab, tapi apa yang kita cintai. Dulu, para sahabat Rasul berlomba-lomba mewakafkan hartanya untuk Islam, bukan sekedar membayar zakat. Wakaf juga tidak bisa diberikan, dijual, atau diwariskan. Dan, wakaf yang paling jelas dari Rasulullah saw adalah Masjid Nabawi,” jelasnya.

Aa Gym kemudian mengisahkan tentang wakafnya Utsman bin Affan, r.a. di Juruf, Madinah. Dalam sirah Nabawiyah, Rasulullah saw melelang sebuah sumur. Utsman bin Affan membeli separuhnya, dan separuhnya lagi dibeli oleh seorang Yahudi. Jadi, kepemilikan sumur itu bergantian setiap harinya antara Utsman dan orang Yahudi tersebut.

Pada hari dimana sumur itu sepenuhnya milik Utsman, beliau mempersilakan penduduk mengambil air dengan gratis. Penduduk pun berbondong-bondong mengambilnya. Sementara saat hari kepemilikian orang Yahudi, tidak ada seorang penduduk pun yang datang untuk membeli air dari orang Yahudi itu. Akhirnya, orang Yahudi itu putus asa, dan menjualnya kepada Utsman. Kemudian Utsman membelinya, dan mewakafkannya. 15 abad telah berlalu, sumur itu masih ada hingga kini, dan pahalanya terus mengalir kepada Utsman bin Affan r.a, Masya Allah!

“Jadi sahabatku, jangan cukup hanya senang bayar zakat, apalagi cuman bayar zakat fitrah. Selama ini kita pelit juga dicukupi oleh Allah SWT. Sudahlah jangan suka ragu-ragu untuk berwakaf. Allah SWT Maha Menghitung apa pun kebaikan yang kita lakukan. Der-der saja wakaf,” ujarnya.

Menurutnya, memakmurkan masjid dengan berwakaf adalah investasi dunia akhirat. Salah satu ladang amal wakaf yang dapat dimaksimalkan adalah wakaf untuk Masjid Daarut Tauhiid. Aa Gym juga menegaskan, tidak ada cerita orang jadi miskin gara-gara sedekah, gara-gara berwakaf. Allah Maha Kaya, yang pelit saja dicukupi, masa yang dermawan tidak dicukupi.

“Jangan ribet jadi hamba. Allah nyuruh kita wakaf, der saja wakaf. Jangan ragu-ragu! Semoga sahabat yang gemar berwakaf, Allah berikan pahala yang terus mengalir hingga hari kiamat, rezeki yang berkah, dan terkabulnya segala doa,” pungkasnya. (Cristi Az-Zahra)

 

 

LEAVE A COMMENT