. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Kunci Jawaban Menyelesaikan Soal-soal Kehidupan

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (Q.S. al-An’am/6: 38).

Allah yang telah mencipta manusia tidak membiarkan hamba-Nya bingung dengan eksistensi dan urgensi keberadaannya. Maka Allah bimbing manusia bagaimana menjalani hidup sesuai skenario-Nya. Bila manusia berinteraksi dengan cara berbicara dan Rasul dengan cara bersabda, maka Allah berinteraksi kepada manusia selain dengan ketetapan yang telah Allah gariskan atas alam dan manusia (sunnatullah) juga dengan menyampaikan Kalam-Nya (kitabullah).

Arti lain kalamullah adalah firman Allah, berfungsi sebagai petunjuk hidup (hudan), penjelas dari petunjuk (bayyinat minal huda), dan pembeda antara jalan hidup yang haq dan yang bathil (furqan).

Di setiap zaman, Allah akan senantiasa menuntun hamba melalui Kalam-Nya, dari mulai suhuf menjadi kitab. Allah tidak pernah berhenti ber-firman dan akan senantiasa menyampaikan petunjuk yang dibutuhkan hamba dalam menjawab soal-soal di setiap masanya karena kalamullah adalah kunci jawaban bagi setiap keadaan yang telah Allah tetapkan di dalam diri manusia dan alam.

Sehat adalah keadaan, dan kalamullah menunjukkan bagaimana cara mensyukurinya. Begitupun dengan sakit adalah keadaan dan kalamullah menuntun bagaimana manusia menyabarinya. Bencana adalah keadaan, dan kalamullah menunjukkan bagaimana cara menyikapinya. Aman dan sejahtera pun keadaan, dan kalamullah menuntun bagaimana cara memanfaatkannya.

Demikian eksistensi kalamullah, menjadi kunci jawaban atas semua keadaan dan permasalahan yang Allah hadirkan. Jangan pernah salahkan Allah bila kita mendapati jiwa yang galau dan kehidupan yang terpuruk karena sesungguhnya Allah telah memberi kunci jawaban bagaimana kita menyikapinya.

Bahkan di saat seseorang dilahirkan dari keluarga non muslim, hasilnya tetap positif dan memuaskan bila ia berinteraksi dengan orang yang menjadikan kalamullah sebagai petunjuk hidupnya. Mengapa demikian? Orang yang memegang teguh petunjuk Allah niscaya berusaha sekuat tenaga menghantarkan hidayah Allah yang akan menyelamatkan dan membahagiakannya. Sehingga non muslim tersebut akan terhantarkan kepada dua pilihan bebas untuk diikutinya: 1) tetap berada dalam agamanya yang diikutinya, atau 2) berubah memilih Islam sebagai agama yang diyakini menyelamatkannya.

Akan teramat banyak perkara atau kejadian khusus yang bila kita sambungkan dengan kalamullah maka tidak akan pernah kita temukan adanya perkara yang dialpakan. Kalamullah akan membahas semua permasalahan sehingga setiap keadaan dan permasalahan menjadi ladang amal dalam rangka menunaikan tugas kekhilafahan yang telah Allah amanahkan kepada manusia.

Salahkanlah diri sendiri manakala kita mendapatkan kehidupan yang buruk. Karena hal ini terjadi manakala kita jauh dengan petunjuk hidup yang telah Allah berikan. Maka dari itu, jadikanlah kalamullah sebagai kebutuhan asasi (dasar) dalam hidup agar hidup kita tenang dan bisa tampil menjadi pemenang. Wallahu a’lam.

 

LEAVE A COMMENT