. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Kita Butuh Wakaf

Rasulullah Saw, dalam sebuah hadis mengungkapkan, usia manusia hanya berkisar 60-70 tahun. Kalau pun ada yang melewatinya, itu hanyalah sedikit. Walau demikian, tak sedikit juga manusia yang meninggal di bawah usia 60 tahun.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Misalnya, usia kita hanya sampai 60 tahun dan mulai baligh sekitar usia 15 tahunan. Jadi, usia yang sudah diwajibkan untuk beribadah seperti salat dan sebagainya hanya 45 tahun. Ini belum dipotong dengan belajar salat, khusyuknya, dan rutinitas dunia yang membuat nilai-nilai ibadah lain sangat terbatas.

Di tengah intensitas ibadah kita yang sangat kurang, Allah memberikan kita banyak sekali keutamaan-keutamaan, atau bonus-bonus yang Allah berikan untuk makhluknya. Salah satunya malam lailatul qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itu adalah fasilitas yag Allah berikan kepada makhluknya sebagai bukti kasih sayang-Nya.

Begitupun dalam konteks wakaf. Wakaf berbeda dengan zakat, infak dan sedekah biasa. Zakat adalah menunaikan kewajiban, setelah ditunaikan maka kewajibannya selesai. Begitu juga dengan infak dan sedekah. Berbeda dengan wakaf, meskipun termasuk sedekah tapi Allah jamin pahalanya sampai akhirat.

Artinya, betapa sayangnya Allah kepada makhluk-Nya sehingga pahalanya sampai ke akhirat. KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pernah mengatakan, mungkin manusia di akhirat nanti akan kaget dengan balasan yang Allah berikan karena wakaf yang pernah ditunaikannya. Walau sedikit, tetapi mungkin di sisi Allah sangat luar biasa.

Pahala yang terus mengalir sampai akhirat ini membuktikan bahwa sesungguhnya manusia membutuhkan wakaf untuk menambah amal saleh kita di tengah-tengah amalan kita yang masih sangat terbatas. Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah yang diberikan kepada kita. Karenanya, manfaatkanlah fasilitas dan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, karena kita tidak akan pernah tahu, kapan ajal menjemput kita. (Agus Kurniawan)

LEAVE A COMMENT