. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Ketika Wakaf Mengubah Hidup Krisna

Wisuda dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI baru saja dilewati Krisna Purbaya Putra. Masa kuliahnya telah usai. Pemuda kelahiran 1994 ini, kemudian berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Berbekal ilmu dan prestasinya sebagai lulusan terbaik di jurusan, dia yakin akan segera mendapatkan pekerjaan.

Bersama dengan sahabatnya, Sopyan, dia melamar ke berbagai tempat. Namun, Allah belum memberikan rezeki melalui pekerjaan yang mereka inginkan. Perjuangan mereka masih nihil hasil.

Himpitan susahnya hidup tidak bisa dihindari, terutama saat dia memutuskan pulang kampung dan tinggal di sana. Rasa percaya diri atas segala prestasi yang diyakininya hasil jerih payah sendiri perlahan runtuh.

“Saya ukur semua nya atas kemampuan sendiri. Kerjaan saya sewaktu kuliah hanya belajar dan berdagang agar menjadi yang terbaik. Shalat dan ibadah lainya saya lakukan tapi hanya sebatas simbolis saja semua saya kesampingkan demi belajar untuk menjadi sukses,” kenangnya saat dihubungi melalui Whatsapp, Kamis (13/9).

Berharap Rumah di Surga, Krisna Menjadi Pengusaha

Suatu hari, dia mendengarkan ceramah salah seorang ustaz yang mengatakan jika berinvestasi uang di jalan Allah, maka Allah akan mencukupi dan menolong. Hatinya tergugah. Titik balik dalam hidupnya dimulai. Dirinya yang tadinya hanya percaya kepada kemapuan diri menjadi benar-benar bergantung kepada Allah.

Pilihan investasinya adalah berwakaf. Krisna tertarik berwakaf karena melihat baner Wakaf DT yang berisi ajakan berwakaf untuk mendapatkan rumah di surga. Dia langsung bertekad harus mendapatkan rumah di surga. Ketika melihat di baner program wakaf yang ditawarkan 1 juta per meter, dia langsung mengajak temannya untuk ikut patungan berwakaf, karena uang di sakunya hanya 500 ribu.

“Saya ingat d jalan saya melihat banner membeli rumah di surga dari Daarut Tauhiid. Namun per meter  1 juta. Tapi uang d kantong saya hanya 500 ribu. Jadi saya ajak patungan teman saya jadi 1 juta biar beli rumah di surga. Saya d dunia belum dapat rumh tapi di surga saya harus dapat rumah,” ungkapnya.

Wakaf yang ditunaikannya ternyata juga menjadi titik balik jalan hidupnya dalam menjemput rezeki. Allah bukakan usaha terapi air untuknya. Atas izin Allah, usahanya terus berkembang hingga memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Krisna pun bertekad untuk terus berwakaf. Tekadnya terbukti saat temannya tidak lagi di Bandung, dia tetap berwakaf rutin setiap bulan senilai satu juta.

“Saya, dari sana, menjadi ttitik balik, yang tadinya tidak dapat kerja, Allah bukakan bisnis terapi air renang sehingga  sekarang bisa membuka lapamgan kerja,” jelas Krisna (Agus Iskandar)

LEAVE A COMMENT