. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Kemuliaan Akhlak

Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qalam [68] : 4).

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Ahmad)

Jika kita ingin mengetahui tanda dari orang yang sangat dalam pemahamannya tentang Islam, maka tandanya adalah akhlaknya yang mulia. Karena Rosululloh Saw. adalah orang yang paling dalam pemahamannya tentang Islam, paling kuat imannya, dan beliau adalah orang yang paling mulia akhlaknya.

Orang yang memahami Islam dengan bagus, maka akan bagus pula ibadahnya. Dan ibadah yang bagus niscaya akan menghasilkan buah yang bagus pula berupa akhlak. Oleh karena itulah Allah SWT  berfirman, “..Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al Ankabut [29] : 45)

Maka, orang yang berakhlak mulia tidak dicirikan dengan pakaiannya atau dengan kedudukannya. Orang yang berakhlak mulia tercermin dari tingkah lakunya, tutur katanya yang senantiasa terpelihara dari menyakiti orang lain, jauh dari sikap merusak lingkungan, atau menzholimi makhluk Allah lainnya.

Bagaimana kita bisa mengetahui akhlak kita sudah baik atau belum? Perhatikanlah ketika kita melihat atau mendengar suatu peristiwa atau sebuah kabar berita. Perhatikan bagaimana reaksi spontan kita? Karena tidak sedikit yang suka bereaksi dengan celetukan-celetukan kata-kata kasar. Perhatikanlah respon spontan kita, baik atau buruk reaksi kita, maka itulah cerminan akhlak kita. Karena akhlak adalah reaksi spontan yang sudah menjadi kebiasaan kita.

Respon orang bisa berbeda-beda ketika ban motor yang sedang dikendarainya meletus. Ada yang melontarkan kata-kata kotor dan sumpah-serapah. Tapi, ada juga yang spontan beristighfar kepada Allah SWT, dan berbaik sangka barangkali Allah berkehendak supaya dia berolahraga dengan mendorong motor dan menjadi jalan rezeki untuk tukang tambal ban. Orang yang kedua ini dijamin hatinya lebih lapang dan bahagia.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah kepada kita agar kita tetap istiqamah dalam memperbaiki diri menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak terpuji. Aamiin yaa Robbal’aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT