. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Keindahan Sejati

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91] : 9-10).

Saudaraku, setiap orang akan menyukai dan mencintai keindahan. Setiap orang memiliki kecenderungan untuk memiliki keindahan. Bahkan keindahan menjadi pangkal pujian dan penghargaan.

Maka dari itu, tidak heran jika banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam, melakukan perjalanan berpuluh bahkan beratus-ratus kilometer hanya untuk menemukan dan merasakan keindahan. Tidak heran juga jika banyak orang yang rela berlelah-lelah berolahraga atau mengeluarkan biaya perawatan yang mahal hanya demi memiliki penampilan yang indah.

Akan tetapi, ternyata banyak juga orang yang sudah memiliki penampilan yang indah, rumah yang indah, tetap saja mendapatkan hinaan, bukan pujian. Keindahan memang bisa mengangkat derajat seseorang, namun tidak jarang keindahan malah justru menjadi bumerang yang menyerang diri sendiri. Tidak jarang keindahan bukan malah menaikkan derajat, namun menjatuhkan derajat.

Mengapa bisa demikian? Itulah jikalau manusia hanya terpesona hanya pada keindahan lahir belaka. Padahal sesungguhnya ada satu keindahan yang jikalau kita miliki, akan menaikkan derajat kita sangat tinggi, meski harta dan penampilan kita amat sederhana. Yaitu keindahan hati kita. Inilah keindahan yang meski sekecil apapun rumah kita, akan mampu mengangkat kita ke tempat yang mulia dan terpuji dalam arti yang sejati.

Inilah pangkal kemuliaan yang sebenarnya. Inilah satu keindahan yang akan berdampak besar untuk menimbulkan keindahan-keindahan lainnya. Lihatlah sosok agung Rasulullah Saw.

Pakaiannya tidak bertabur bintang, tanda jasa dan pangkat, tapi demi Allah sampai saat ini beliau tidak berkurang sedikitpun kemuliaannya. Nama beliau terabadikan dalam sejarah umat manusia sebagai pribadi yang paling agung dan berpengaruh di peradaban manusia. Bagaimana bisa demikian? Karena beliau adalah contoh pribadi yang menjaga keindahan dan kesucian hatinya. Maasyaa Allah.

Rosulullah Saw. bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Saudaraku, boleh memiliki apapun yang indah karena Allah mencintai keindahan. Namun, yakinlah jikalau keindahan tidak kita miliki sejak dari hati kita, maka segala benda yang indah yang kita miliki menjadi tiada artinya. Keindahan hati akan berbuah keindahan akhlak. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang memiliki keindahan hati dan kelak bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan hati yang indah. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT