. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Jujur Menyadari Kesalahan

Tidak ada yang lebih mengancam kita daripada keburukan diri kita sendiri. Kita pasti punya kesalahan, kita pasti tidak suci dari dosa. Akan tetapi yang lebih berbahaya adalah jikalau kita tidak mau jujur untuk mengakui bahwa kita berbuat kesalahan dan punya dosa. Kalau kita kehilangan kemampuan untuk jujur ini, maka kita kehilangan kemampuan untuk memperbaiki diri. Dan, kalau kita tidak bisa memperbaiki diri, maka hidup kita akan senantiasa terancam oleh keburukan diri kita.

Ada seseorang yang dizhalimi oleh orang lain, kemudian dia bertekad untuk membalas dengan kezhaliman yang lebih berat. Tentu saja ini bukanlah jalan yang baik, karena orang itu sesungguhnya malah mengundang datangnya keburukan yang lebih besar lagi kepada dirinya.

Kita bukanlah manusia yang suci dari dosa, itu pasti. Tetapi ketika kita tidak mau jujur mengakui kesalahan, maka itu adalah petaka yang lebih pahit. Kenapa orang tidak mau jujur pada diri sendiri? Karena orang suka terjebak oleh topeng berupa pangkat, kedudukan, kekayaan, gelar, popularitas. Padahal semua itu sama sekali tidak identik dengan kemuliaan. Hanya karena merasa kaya raya, merasa bergelar banyak, merasa terkenal kemudian ia merasa selalu benar, padahal tidaklah demikian.

Nah saudaraku, kemampuan untuk jujur menyadari bahwa diri kita tidak mungkin luput dari salah dan dosa akan hadir jikalau kita punya kerendahan hati. Rendah hati berakar dari keimanan yang kuat kepada Allah SWT.  Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Ibn Majah)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang jujur mengakui kesalahan diri, kemudian bertaubat dan memperbaiki diri. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT