. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Jika Merasa sebagai Korban

Kita akan menemui banyak ujian dalam hidup ini dan di antara ujian-ujian itu ada yang berbentuk bencana. Saudaraku, Allah SWT berfirman, Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah amenjadi saksi.” (QS. An Nisaa [4] : 79).

Ketika takdir Allah, kita tertimpa bencana, maka tidaklah perlu berlama-lama atau berlarut-larut dalam kesedihan, karena sikap yang jauh lebih baik adalah berlarut-larut dalam taubat kepada Allah SWT Salah satu sikap yang membuat kita susah untuk taubat adalah merasa diri hanya sebagai korban, bisa korban dari gejala alam atau korban dari perbuatan buruk yang dilakukan orang lain.

Saudaraku, berlama-lama memposisikan diri sebagai korban hanya akan membuat kita semakin merasa lemah dan pantas dikasihani oleh orang lain. Padahal Allah menerangkan pada ayat di atas bahwa bencana yang menimpa kita adalah disebabkan kezholiman diri kita sendiri. Oleh karena itu, ketika bencana datang menimpa, sikap terbaik yang sepatutnya kita lakukan adalah memandang diri sendiri sebagai pelaku atau penyebab dari bencana itu sendiri. Sehingga dengan begitu kita bisa menyegerakan diri untuk bertaubat kepada Allah, mujahadah memperbaiki diri dan memaksimalkan ikhtiar memperbaiki keadaan.

Sikap-sikap yang demikianlah yang bisa mengundang datangnya pertolongan Allah SWT, karena Allah mencintai hamba-Nya yang bertawakal dan berpegah teguh kepada-Nya. Tidak ada untungnya kita berlarut-larut mengasihani diri, meratapi keadaan apalagi sambil tak berbuat apa-apa. Bertaubatlah kepada Allah, perbaikilah hubungan kita dengan-Nya dan maksimalkan ikhtiar memperbaiki keadaan, inilah sikap-sikap yang Allah sukai dan mengundang datangnya pertolongan Allah kepada kita. Wallohua’lambishawab. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT