. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Jangan Pilih Pemimpin yang Tidak Punya Kemampuan

Saudaraku, ketika memilih pemimpin setelah memperhatikan faktor akidah atau agamanya adalah faktor  kapabilitas atau kemampuannya memimpin. Hal ini selaras dengan perkataan Rasulullah saw terkait kepemimpinan. Rasulullah bersabda, “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Seorang sahabat bertanya, “Bagaimana maksud amanat yang disia-siakan?” Rasulullah menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Banyak pemimpin-pemimpin yang mendapatkan kedudukan bukan karena memang memiliki kemampuan untuk memimpin, tapi karena faktor ayahnya yang seorang pejabat tinggi, atau karena ada keluarganya yang sudah menjadi pejabat lebih dahulu, sehingga ia mendapat keuntungan melalui cara nepotisme, atau karena faktor harta kekayaan sehingga dukungan bisa ‘dibeli’. Jabatan yang diperoleh dengan cara-cara seperti ini, tidak akan mendatangkan manfaat dan keberkahan. Ketika seseorang memegang jabatan sedangkan dia tidak memiliki kemampuan untuk menjalankannya, maka hasil yang didapatkan tiada lain hanyalah kekacauan.

Penting bagi kita untuk memilih pemimpin yang tidak hanya salih secara personal, namun juga punya kemampuan di bidangnya untuk memimpin. Karena tidak setiap orang-orang yang salih punya kemampuan untuk memimpin.

Tidakkah kita ingat pada percakapan antara baginda Rasulullah saw dengan Abu Dzar al-Ghifari manakala Abu Dzar meminta suatu kedudukan atau jabatan kepada Rasulullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan Abu Dzar berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasul, tidakkah engkau mempekerjakan aku?” Rasulullah menepuk pundak Abu Dzar seraya bersabda, “Wahai Abu Dzar, engkau ini lemah, sedangkan tugas adalah amanah yang pada hari Kiamat akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya sesuai haknya dan menjalankannya dengan baik.” (HR. Muslim)

Rasulullah bukan tidak tahu siapa Abu Dzar. Baginda Nabi bukan meragukan kesalihan dan komitmennya terhadap agama Allah. Bahkan Abu Dzar termasuk barisan sahabat yang paling pertama memeluk Islam. Abu Dzar memiliki kepribadian yang keras dan pemberani, ciri khas kaum laki-laki yang berasal dari kabilah Ghifar. Kalimat ‘lemah’ pada ucapan Rasulullah bukan berarti Abu Dzar lemah imannya, namun mengandung makna kurangnya kemampuan untuk menjalankan amanah jabatan tertentu.

Sedangkan jika seseorang memang memiliki kapabilitas untuk memikul amanah jabatan, maka Rasulullah tidak ragu untuk mempercayakan jabatan itu kepadanya. Sebagaimana yang pernah beliau lakukan terhadap Usamah bin Zaid. Rasulullah mengamanahkan kepada Usamah untuk memimpin pasukan kaum muslimin menghadapi pasukan Romawi. Padahal ketika itu usia Usamah belum genap dua puluh tahun, dan di dalam barisan pasukan ini terdapat para sahabat senior yang usianya tentu jauh lebih tua.

Rasulullah saw memberikan kepercayaan tersebut karena Usamah memang memiliki kapabilitas mumpuni yang sudah beliau saksikan semenjak Usamah kanak-kanak. Usamah pernah menangis ketika ia meminta izin kepada Rasulullah untuk bergabung dalam pasukan kaum muslimin saat perang Uhud, tetapi Rasul tidak mengizinkannya karena faktor usia yang masih terlalu muda. Namun, Rasul memberinya izin untuk ikut pada perang-perang berikutnya karena kesungguhan yang diperlihatkan Usamah.

Kepercayaan dari Rasulullah berbuah sangat manis. Usamah dan pasukannya sukses menaklukkan Romawi dan kembali ke Madinah membawa harta rampasan yang berlimpah, dan tanpa satu pun dari pasukan kaum muslimin yang menjadi korban. Kemenangan gemilang yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah kaum muslimin.

Saudaraku, pilihlah pemimpin yang seakidah dengan kita dan memiliki kapablitas. Inilah ikhtiar kita memiliki kehidupan yang aman dan tentram serta kondusif bagi kegiatan ibadah dan muamalah kaum muslimin. Tiada yang lebih indah di sebuah tempat, kecuali Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-harinya. Wallahu’alam bi shawab.  (KH. Abdullah Gymnastiar)     

LEAVE A COMMENT