. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Istiqamah Berwakaf, Ibu Ini Raih Keberkahan

Berawal dari menyimak tentang Wakaf Daarut Tauhiid (DT) di Radio MQ FM, seorang ibu rumah tangga, sebut saja Umi, merasa terpanggil menyisihkan uang belanjanya untuk berwakaf. Program Wakaf DTyang kala itu menarik hatinya adalah wakaf pembangunan Rumah Penghafal Quran (RPA.

Perempuan berusia 60 tahun ini memilki keinginan besar mendapatkan pahala yang terus mengalir hingga hari akhir,dari wakaf yang ditunaikannya. Ia yakin setiap huruf yang dilafalkan oleh para penghafal Quran, setiap ilmu yang mereka peroleh, dan segala aktifitasnya di RPA akan mengalirkan pahala kepadanya. Menjadi tabungan akhirat baginya.

“Ibu tertarik berwakaf karena pengen tabungan akhirat. Walaupun sedikit, sisa uang belanja,” tuturnya sambil tersipu malu.

Merasakan Keberkahan Hidup

Berwakaf yang dilakukan Umi pun tidak serta merta selesai ketika RPA selesai dibangun. Ia melanjutkan wakafnya untuk program satu wakaf lima mihrab. Beberapa kejadian unik dan membahagiakan pun satu persatu menghampiri kehidupannya.

Pertama, kantor tempat suaminya bekerja memberikan hadiah umroh. Sebuah hadiah yang tidak pernah ia duga sebelumnya. kedua, doanya ingin memiliki cucu pun dikabulkan oleh Allah SWT. Lebih dari itu, ia merasa hidupnya kini di anugerahkan keberkahan dalam bentuk ketenangan dan kebahagiaan berumah tangga.

“Alhamdulillah, berkah dari wakaf ini, yang ibu rasakan keluarga terasa tenang,” ucapnya sambil tersenyum.

Keluarga dan Tetangga Ikut Berawakaf

Melihat kesungguhan dirinya dalam berwakaf, suami dan anak-anaknya pun ikut berwakaf. Jadi setiap awal bulan ia dan suaminya mengumpulkan uang untuk kemudian diwakafkan. Anak-anaknya pun demikian. Bila tidak sempat datang langsung ke Kantor WAkaf DT, mereka menitipkannya kepada Umi dan suami.

Kegemaran berwakaf yang menular kepada anggota keluarganya itu jelas bukan karena paksaan. Hal itu lahir dari lubuk hati mereka masing-masing. Apalagi sang suami yang sering mengantar Umi ke Kantor Wakaf DT, dan melihat proses akad wakaf.

“Alhamdulillah, keluarga juga jadi ikut berwakaf. Saya kan kadang meminta bapak untuk mengantarkan wakaf, bapak kemudian mau berwakaf juga. Terus anak-anak juga ikut berwakaf. Mereka ikut menitipkan wakafnya. Saya senang sekali mereka juga ikutan berwakaf,” kata Umi.

Umi yang aktif di pengajian juga menarik perhatian tetangganya untuk berwakaf. Tiga tetangganya ikut menitipkan wakaf kepadanya. “Alhamdulillah, tetangga juga sudah ada yang mulai ikut berwakaf,” ujarnya.

Wakaf untuk Lima Mihrab Wujudkan Harapannya

Umi mengaku sangat tertarik dengan program Satu Wakaf Lima Mihrab Menurutnya, program tersebut sangat bagus untuk dirinya yang mengharapkan dapat membangun masjid. “Sekarang ikut program Satu Wakaf Lima Mihrab. Itu program yang bagus. Ibu sejak lama y ingin sekali membangun masjid, Alhamdulillah jadi bisa ikutan. Karena kalau membangun sendiri mah belum sanggup,” ujarnya.

Terakhir, ia pun berharap, wakaf yang ditunaikan olehnya beserta keluarga, mendapatkan keberkahan dari Allah, di doakan para santri DT, dan pahala yang terus mengalir hingga hari akhir. “Semoga kami mendapatkan pahala yang terus mengalir, walau pun kami sudah meninggal nanti,” pungkasnya. (Agus Iskandar)

 

LEAVE A COMMENT