. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Inilah Perbedaan Infak dan Wakaf

Kita sering mendengar istilah Infak dan Wakaf. Meski tujuannya sama, yaitu menyumbangkan sedikit harta yang kita miliki, keduanya tentu memiliki perbedaan yang mendasar. Infak adalah sedekah dalam bentuk harta benda. Misalnya, kita memberikan uang kepada orang yang membutuhkan, memasukkan uang ke kotak masjid, memberikan barang bermanfaat untuk orang atau lembaga yang membutuhkan, dan lain sebagainya.

Hukum infak adalah sunnah. Tidak ada batasan jumlah dalam berinfaq, semampunya. Tidak ada ketentuan waktu juga dalam berinfak, kapan saja boleh. Orang kaya dan miskin juga dianjurkan untuk berinfak. Di dalam kondisi lapang maupun sempit juga dianjurkan untuk berinfak.

Sedangkan wakaf adalah sedekah dalam bentuk aset. Bisa berupa uang, tanah, rumah, gedung, rumah sakit, hotel, masjid, dan bangunan produktif lainnya. Wakaf sendiri berarti menahan bentuk pokok, dan menjadikannya untuk fi sabilillah, sebagai bentuk qurbah (pendekatan diri pada Allah).

Aset wakaf tak boleh berkurang nilainya, melainkan harus dikembangkan secara syariah, sehingga bisa menghasilkan keuntungan. Hasil dari pengembangan wakaf tersebut digunakan untuk kepentingan umat melalui berbagai program sosial.

Wakaf merupakan amal ibadah yang paling mulia bagi kaum muslim. Mengapa? Karena pahala amalan ini bukan hanya didapat ketika yang mewakafkan (muwakif) masih hidup, tapi terus meskipun muwakif telah meninggal dunia.

Apalagi jika banyak orang yang memanfaatkannya dengan kegiatan atau aktivitas kajian ilmu, pasti bertambah pula pahalanya. Ada nilai lebih bila yang memanfaatkan hasil wakaf ini orang yang berilmu dinul Islam, tentunya akan lebih bermanfaat lagi.

Pemanfaatan wakaf untuk jangka panjang atau abadi, misalnya wakaf untuk mendirikan sekolah gratis, mendirikan rumah sakit gratis, dan lain-lain. Para ulama menyamakan wakaf ini dengan sedekah jariyah, yaitu sedekah atau infak yang pahalanya mengalir terus.

Seperti yang disebutkan dalam hadis Riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yang shalih.”.

Infak dan wakaf memiliki peranan dan pahala yang besar disisi Allah, perbedaan diantara keduanya adalah pemanfaatan infak dalam sekali pakai. Seperti memberi makan orang miskin, membantu orang sakit, dan lain lain.

Infak dan wakaf kedua-duanya merupakan perbuatan amal sholeh yang dilakukan oleh muslimin. Seperti yang disampaikan Allah dalam surat Al Fatir ayat 29-30 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengempun lagi Maha Mensyukuri”.  (Yuga Hassani)

LEAVE A COMMENT