. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Hindari Riba untuk Tuai Keberkahan

Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang diinginkan. Karena Allah tau yang terbaik untuk hambanya. Allah melihat proses, bukan hasil. Seberat dan sesulit apa pun proses itu, akan terasa bermakna. Begitu pun dengan usaha yang saya tekuni hingga sekarang, merupakan hasil dai proses panjang.

Usaha yang dirintis membutuhkan modan besar dna cepat, bang yang menjadi solusi nya saat itu. Apalagi riba yang saya tau hanya sebatas renternir. Karena ustadz daerah saya pun meminjam uang ke bank, jadi saya kira itu bukanlah riba. Ilmu agama saya dan pemahaman orang masih sangat kurang.

Tahun lalu usaha saya semakin maju. Bermodalkan awal menjual tanah, motor, dan bekerja dengan saudara. Kini, saya mandiri dengan menambahmodal pinjam dari bank. Awal usaha mandiri juga awal pernikahan saya. Bulan madu dikontrakan dengan beralaskan tikar.

Masa-masa sulit adalah ujian berat, namun kemudahan pun ujian paling berat. Bersyukur atau kufur menjadi pilihan. Mengikhlaskan sesuatu kita cintai memang terasa sulit. Seringkali ada yang meminjam uang kepada saya dengan berbagai alas an. Saya memberikan semampunya. Namu ada yang mengganjal bila saya terus menagih hutang tersebut. Akhirnya, saya niatkan uang pinjaman tersebut diberikan kepada anak yatim. Entah diberikan atau tidak itu urusan mereka dengan Allah.

Kini, ilmu tentang riba sudah semakin memahami tentang riba dan mulai meninggalkan aktivitas yang berhubungan dengan riba. Sedekah adalah salah satu jalan membuka rezeki.

Masa-masa sulit adalah ujian berat, namun kemudahan pun ujian paling berat. Bersyukur atau kufur menjadi pilihan. Saya mensyukuri proses dan hasil yang sudah dilalui. Semakin banyak ibadah dan memperdalam ilmu agama, membuat hidup saya semakin tenang. (Dadang Gundala)

LEAVE A COMMENT