. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Gelar Seminar Pendidikan di Aset Wakaf, Peserta Membludak

Daarut Tauhiid (DT) menggelar Seminar Pendidikan Nasional pada sabtu (1/12). Pematerinya ialah Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; Asep Kodarohman, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI); dan KH. Abdulullah Gymnastiar (Aa Gym), Pimpinan Pondok Pesantren DT.

Seminar bertajuk Pendidikan Karakter di Era Generasi Digital ini diselenggarakan di salah satu aset wakaf DT, yaitu Dome Sentral Lima. Seminar ini dihadiri ribuan peserta. Bertujuan memeriahkan Milad DT ke 28 bertema ‘Terima Kasih Guruku’, seminar tersebut juga menghadirkan para kepala sekolah dari TK, SD, SMA dan SMK DT.

Beberapa Lembaga Pendidikan Formal DT yang tergabung dalam seminar tersebut juga beroperasi di aset wakaf, yang dikelola secara profesional oleh Lembaga Wakaf DT sebagai sarana pendidikan. Dari aset wakaf inilah kelak diharapkan lahir generasi yang berkarakter Baku (Baik dan Kuat) di era digital.

Terselenggaranya seminar ini tentu tidak hanya memeriahkan acara milad, tapi juga menjadikan Dome Sentra Lima DT dan aset wakaf di sekitarnya menjadi lebih makmur dan produktif. Diberikan kesempatan sebagai pemateri seminar di Pondok Pesantren DT bersama Aa Gym, Rektor UPI dan Anies Baswedan mengaku sangat bersyukur, karena seperti memasuki daerah yang penuh berkah.

Alhamdulillah betul-betul bersyukur, pagi hari ini udara Bandung cerah, datang ke daerah ini rasanya seperti memasuki daerah yang penuh berkah. Apalagi ketemunya Aa Gym, Pak Rektor, para guru,” ujar Anies.

Di aset wakaf tersebut, Anies menyampaikan, inti dari pendidikan adalah interaksi. Jika berbicara mengenai Pendidikan Karakter Era Generasi Digital, salah satu tantangannya adalah mengambil saripati dari proses pendidikan tersebut, yakni interaksi antar manusia. Mengapa? karena di era digital ini, orang menjadi lebih sibuk dengan dunianya masing-masing daripada berinteraksi secara langsung, termasuk dalam pendidikan. (Ernawati)

LEAVE A COMMENT