. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Cahaya Ilahi

Saudaraku, tiada hal terbaik dalam hidup ini selain hadirnya cahaya Ilahi dalam kehidupannya. Dengan hadirnya cahaya itu, hidupnya akan tertuntun, terarah, dan dipenuhi kebahagiaan, ketenangan, dan harapan. Tentu saja, cahaya di sini bukanlah cahaya fisik atau cahaya yang bersifat indrawi, yang mana dengan cahaya ini Allah menerangi alam semesta. Cahaya yang dimaksudkan adalah cahaya maknawi, yaitu cahaya yang ada di hati para nabi dan segenap hambaNya yang saleh.

Pemaknaan akan cahaya ini terungkap jelas dalam AlQuran, “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat ( nya), yang minyaknya (saja) hampirhampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-Iapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” ( QS An-Niir, 24:35)

Ada petikan menarik, “ cahaya di atas cahaya ( berlapislapiS), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki …” Siapakah orang yang berhak mendapatkan cahaya Ilahi? Pada ayat-ayat berikutnya dari surah An Nur ayat 35 ini, Allah Ta’ala merinci siapa saja yang berhak mendapatkan karunia cahaya-Nya.

Pertama, mereka yang memuliakan dan menyebut namaNya, dengan bertasbih pada pagi dan petang (QS 24:36).

Kedua, mereka yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli (pekerjaan, bisnis, dan aktivitas duniawi lainnya) dari mengingat Allah (QS 24:37).

Ketiga, mereka yang menunaikan shalat dan zakat, serta takut akan hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (QS 24:37)

Nah, di dalam hadis pun, Rasulullah saw. menyebutkan satu golongan orang yang akan pula mendapatkan cahaya Ilahi. Mereka adalah orang-orang yang istiqamah membaca surah Al-Kahfl pada setiap malam atau hari Jumat. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa membaca surah AI-Kahj? pada hari jumat, niscaya akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua ]umat.” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dalam Shahih AI]ami’, No. 6470)

Maka, mohonlah percik-percik cahaya dari-Nya wahai saudaraku. Allahummaj’al fi qalbi nuran, wa fi lisani nuran, wa fi sam’i nuran, wa fi bashari nuran, wa min fauqi nuran, wa min tahti nuran, wa an yamini nuran, wa an syimali nuran, wa min amami nuran, wa min khalfi nuran, wajj’al fi nafsi nuran, wa a’dzimli’ nuran, wajj’alli nuran, wajj alni nuran. Allahumma a’thini nuran, wajj’al fi ashabi nuran, wa fi Iahmi nuran, wa fi dami nuran, wafi sya’ri nuran, wa fi basyari nuran.

ya Allah, ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya.

Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

“siapa yang membaca surah alkahfi pada hari jumat, niscaya akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua jumat.” (HR alhakim dan albaihaqi, dalam shahih al jami’, no 6470).

(Ninih Muthmainnah)

LEAVE A COMMENT