. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Berwakaf, Pilihan Tepat Hidup Penuh Manfaat

Memahami bahwa yang menemani di alam kubur hanyalah amal, dan pahala yang terus mengalir hingga hari akhir adalah wakaf, Adnan pun memutuskan untuk berwakaf. Pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung ini mengungkapkan, dirinya ingin menjalani kehidupan penuh berkah, wafat husnul khatimah, dan akhirnya masuk ke surga-Nya Allah SWT.

“Saya awalnya kurang paham wakaf itu apa dan bagaimana, karena yang familiar itu kan zakat ya. Nah, zakat juga ternyata bukan pas mau lebaran saja, tapi ada zakat profesi, zakat pertanian, dan lain-lain. Ini tentang wakaf, saya pun baru tahu, dan saya tertarik untuk berwakaf,” katanya pada Kamis (20/12).

Rasa ingin mengetahui lebih dalam tentang wakaf, pertama kali muncul saat ia mendengarkan Radio MQFM di dalam mobil yang ia kendarai. “Saya dengar iklan tentang wakaf. Wah ternyata wakaf itu macam-macam jenisnya, saya pikir wakaf itu hanya wakaf tanah saja. Selama ini berarti saya yang belum paham,” ujarnya.

Ia kemudian mencari informasi lebih dalam melalui internet, kemudian menemukan website dan media sosial Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT). “Saya jadi teringat ada teman kuliah saya kerja di DT, saya tanya-tanya saja ke dia, dan semakin tertarik untuk wakaf. Saya ingin hidup saya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga khususnya, tapi bermanfaat juga bagi orang banyak, makanya saya pilih berwakaf,” jelasnya.

Jika ada waktu luang, ia menyempatkan hadir langsung ke Masjid Daarut Tauhiid untuk mengikuti Kajian Ma’rifatullah setiap Kamis malam, lalu menunaikan wakaf di sana. Jika tidak, ia berwakaf melalui layanan transfer wakaf. “Kalau ke kantor wakafnya langsung sih belum, ya belum sempat saya. Tapi tidak apa-apa, yang penting wakaf saya sampai, dan uang wakafnya manfaat,” katanya. (Cristi Az-Zahra)

LEAVE A COMMENT