. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Berwakaf Itu Asyik

Keceriaan tampak di wajah para muwakif yang hadir pada acara Silaturahim Muwakif Wakaf Daarut Tauhiid (DT), beberapa waktu lalu. Ibu paruh baya bernama Aisyah ini terlihat bahagia sekaligus serius menyimak tausiah dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Aisyah adalah salah seorang muwakif yang rutin berwakaf melalui Wakaf DT. Menurutnya, wakaf merupakan amal kebaikan yang mengasyikan. Mengapa? karena dengan berwakaf, ia merasa Allah banyak memberikan keberkahan dalam hidupnya.

Keberkahan Hidup

Ia pun menuturkan berbagai keberkahan yang ia rasakan. Salah satunya adalah tercapainya cita-citanya untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji. “Ibu juga kadang merasa aneh. Ada saja jalannya, Alhamudlillah. Ketika ingin sekali umrah, Alhamdulillah Allah ngasih jalan. Ketika mau haji juga demikian,” tuturnya.

Keberkahan selanjutnya yang ia rasakan adalah ketenangan hati, dan hidup yang dijalani  terasa bahagia, terutama dalam keluarga. Ia mengungkapkan, dengan berwakaf, keluarganya diberi kelancaran dalam segala urusan.

“Alhamdulillah berkah berwakaf, semuanya terasa lancar.Anak-anak kuliah, terus menikah dan sudah punya anak juga. Ibu sekarang sudah punya lima cucu,” ucapnya sambil tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Wakaf Lima Masjid Luar Biasa

Aisah mengungkapkan, dirinya sudah berwakaf sejak lembaga wakaf masih bersatu dengan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid, yaitu sekitar tahun 90an. Ia mengungkapkan  pertama kali mengenal Daarut Tauhiid dan Wakaf DT ketika anaknya yang masih SD mengikuti pesantren kilat di Daarut Tauhiid.

Ia pun merasa bersyukur melihat DT saat ini yang semakin berkembang. Asrama para penghafal al-Quran, sekolah, dan semua fasilitas yang ada di DT terlihat makmur dan hidup. Ia berharap itu semua dapat mengalirkan pahala wakaf baginya.

Program wakaf yang luar biasa manfaatnya menurut Aisyah adalah program Satu Wakaf Lima Masjid. “Jadi, dengan satu wakaf, kita dapat membangun lima Masjid DT sekaligus,” ucapnya.

Istiqamah Berwakaf

Sebagai ibu rumah tangga, ia mendapat uang belanja dapur bulanan dari sang suami. Dari uang itulah ia inisiatif menyisihkanya untuk berwakaf. “Alhamdulillah, walau uang bulanan disisihkan untuk wakaf, tapi kebutuhan tercukupi, tidak berkurang,” ungkapnya.

Ia pun beritikad untuk terus berwakaf dan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Keyakinannya sangat kuat, bahwa berwakaf dapat mengalirkan pahala yang tidka terputus, walau raga sudah tidak lagi bernyawa.

“Pokoknya ibu mah merasa asyik saja berwakaf.  InsyaAllah maunya mah  terus berwakaf. Kata Aa Gym juga kan ini pahalanya terus mengalir walau kita sudah meninggal. Kalau saya meninggal dunia nanti, semoga anak-anak saya dapat melanjutkan istiqamah berwakaf,” jelasnya.

Terakhir, ia berharap berbagai program wakaf yang digulirkan oleh Lembaga Wakaf DT, dapat memberikan manfaat yang sangat banyak bagi umat, khusunya dalam bidang pendidikan. “Semoga semua dapat menikmati hikmah dan manfaat dari adanya program ini. Seperti anak-anak yang asalnya tidak dapat bersekolah, mereka dapat bersekolah di sini,” pungkasnya. (Agus Iskandar)

 

 

LEAVE A COMMENT