. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Bersama Hijrah Meraih Cinta-Nya

Pasangan Pemain Sinetron Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar, kini semakin mendalami ilmu Agama Islam. Ketertarikan mereka mendalami agama, justru saat mereka berada di puncak karir sebagai selebriti. Banyak yang bertanya-tanya, apakah Teuku Wisnu mengikuti aliran tertentu sehingga berubah drastis? Tak sedikit pula yang meragukan usaha Shireen Sungkar untuk istiqamah berhijab. Bagi mereka, komentar-komentar manusia tak lagi jadi yang utama, Allah SWT-lah, yang mereka upayakan mendominasi dalam hati dan jiwa.

Mengawali karir sebagai pemain figuran yang hanya dibayar untuk adegan tertawa saja, Teuku Wisnu tak berputus asa dalam menjemput rezekinya di dunia seni peran. Mulai dibayar dengan honor yang tak seberapa, hingga ia kemudian menjadi pemain yang mendapatkan peran utama, dan berjumpa dengan Shireen Sungkar yang kini menjadi istrinya.

Saat mengisi sebuah acara bersama sang istri di salah satu mall di daerah Senayan, Jakarta, Wisnu secara terbuka menyampaikan alasannya berhijrah untuk lebih baik karena Allah SWT. Menurutnya, materi yang didapat, serta glamornya dunia artis, tak jua membuat hatinya bahagia. Ada yang hilang dalam dirinya.

“Ketika itu, pemikiran saya ya mencari uang sebanyak-banyaknya. Ketika banyak uang, kita bisa membahagiakan orangtua, membahagiakan diri sendiri. Ya saat itu orientasi saya hanya dunia saja. Setelah saya jalani, kok ada yang salah ya dalam diri saya,” tuturnya.

Setiap pulang ke rumah, ia merasa hampa. Setelah ia mencoba merenung, ia pun mulai menyadari bahwa ia keliru hanya fokus mengejar duniawi. Lalu, minim usaha untuk berjuang mengumpulkan bekal hidup di akhirat.

“Dari situ saya berfikir, mungkin ini lah yang salah, terlalu mengejar dunia, lalai mengejar bekal untuk akhirat. Padahal saya tahu, dunia ini hanya sementara, kehidupan yang abadi hanyalah di akhirat kelak,” kenangnya.

Respon Orang Terdekat

Tidak hanya para fans atau teman-teman Wisnu yang mulai merasakan perubahan pada dirinya, tapi Shireen Sungkar yang saat itu menjadi calon istrinya pun merasakan hal serupa. “Kelihatan banget perubahannya beberapa bulan sebelum kami menikah. Dia makin lama, makin sering ikut pengajian. Saya juga merasa bingung dengan drastisnya perubahan dia. Satu sisi seneng, satu sisi lagi karena saya belum ikutan hijrah, jadi saya belum ngerti,” ungkapnya.

Shireen kemudian menyampaikan, saat ia pulang berlibur dengan keluarganya dari London, Wisnu tak mau ditemui, dan menyarankan agar bertemu saat hari pernikahan mereka saja.

“Saya bilang, loh kenapa? Dia bilang, soalnya di Islam nggak boleh pacaran, kita ta’aruf aja. Ya saya dibilangin gitu, loh bukannya udah telat ya? Kita kan udah pacaran tiga tahun? Jadi waktu itu kaget sih, sempat mikir, aduh Wisnu alirannya apa sih? Akhiranya Wisnu pelan-pelan ngasih tahu,” paparnya.

Perubahan secara fisik yang dilakukan Teuku Wisnu memang bertahap, tapi menurut Shireen, sifatnya menjadi sangat berubah. “Dia salatnya itu jadi rajin banget, dan ditambahin yang sunah. Nggak mau ketemu, nggak mau salaman tangan. Aku ngobrol sama papah, kata papah ya bagus, justru harusnya memang begitu,” kata Shireen sambil tersenyum mengenang masa lalu.

Ketika mereka sudah menikah, dan Wisnu mulai merubah penampilannya, khususnya memanjangkan janggutnya, banyak orang-orang yang protes. “Mungkin karena Wisnu artis ya, orang-orang jadi banyak yang mempertanyakan. Teman-teman juga bilang, Wisnu ekstrem banget. Kalau aku dan keluarga justru tidak kaget, karena di keluarga kami pun banyak yang berjanggut,” jelasnya.

Upaya Wisnu Luluhkan Shireen untuk Berhijab

Hidayah memang mutlak milik Allah SWT. Dia-lah yang berkuasa kepada siapa hidayah itu Dia berikan. Selaku suami, Teuku Wisnu hanya berusaha dengan lisan dan doa. Tiada lagi yang bisa ia lakukan, karena yang mampu menggerakkan hati istrinya untuk berhijab hanyalah Allah SWT.

“Kalau permintaan suami kan pasti, karena dia kan imam. Tanggung jawab dari bapak kan pindah ke dia. Aku nggak pernah kepikiran akan secepat ini berhijab. Tapi Wisnu yang selalu rajin nanya, sayang kapan berhijab? Yang, kapan berhijab? Dan aku seringkali menjawab, nanti aja kalau udah punya anak tiga, padahal belum tentu juga punya anak tiga,” tutur Shireen.

Menurutnya, Wisnu bukanlah sosok pria yang romantis. Tapi untuk urusan hijab, dia menjadi sangat romantis. “Wisnu itu nggak romantis, tapi masalah hijab itu dia romantis banget. Contoh nih ya, aku abis salat, pakai mukena. Terus dia komentar, Ya Allah, sayang kamu cakep banget pakai kerudung. Muji-muji terus, sampai rasanya mukena nggak mau dicopot, seneng banget. Eh, giliran rambut dicatok di bikin gaya-gaya, nggak dipuji sama sekali,” kata Shireen sambil tertawa.

Diam-diam, Shireen pun menjadi senang menyimak kajian. Sampai pada suatu hari, ia merasa sedih karena khawatir suaminya masuk neraka akibatnya ulahnya. “Ini nggak fair, kasihan Wisnu kalau masuk neraka gara-gara akunya bebel susah dibilangin. Aku kepikiran banget,” ungkapnya.

Sering ditanya-tanya Wisnu yang memintanya untuk berhijab, Shireen pun mengaku lelah. Lalu, kata-kata Wisnu yang inilah yang membuatnya luluh untuk mengenakan hijab. “Dia bilang sama aku, sayang aku nggak mau masuk surga sendirian. Aku nggak mau istri yang aku cintai masuk neraka gara-gara nggak menutup aurat,” katanya.

Hati Shireen pun tersentuh. “Aku mikir, kok sekeras ini ya aku tidak mau berhijab karena karir, karena uang. Padahal, uang bisa dicari, kalau umur nggak ada yang tahu. Waktu itu aku bisa mikir, jangan sampai kerudung yang aku pakai itu pertama dan terakhir kalinya pas pakai kafan karena sudah jadi mayat,” tuturnya.

Shireen pun menyadari, bahwa hijab bukanlah akhir dari akhir. “Pas aku pakai kerudung, hijrah, itu uang diarahin sendiri oleh Allah. Aku masih dapat job ini, job itu, alhamdulillah,” pungkas Shireen. (Cristi Az-Zahra)

LEAVE A COMMENT