. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Belajar dari Abdullah Bin Mas’ud

Namanya Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib RA. Ia salah seorang shahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam sebagai generasi awal (sabiqunal awwalun). Ia juga dikenal dengan nama Ibnu Mas’ud RA.

Shahabat Nabi SAW yang satu ini berpostur mungil. Tubuhnya kurus dan pendek, dengan warna kulit yang gelap. Dan yang menjadi cirikhasnya adalah, betis yang berukuran lebih kecil dari kebanyakan orang dewasa. Karena kondisi fisiknya yang demikian ini, orang-orang suka menertawakannya. Namun begitu, Ibnu Mas’ud RA tidak rendah diri. Ia mampu mengekspresikan kesyukuran atas tubuhnya dengan selalu berpakaian rapi dan wangi.

Rasulullah SAW menganjurkan para shahabat lain untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an kepada Ibnu Mas’ud RA. Beliau bersabda: “Ambillah Al-Qur’an dari empat orang, yakni Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka’ab.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)

Seruan Nabi SAW disambut dengan sigap oleh para sahabat. Dengan bersemangat, mereka bersama-sama berguru Al-Qur’an kepada Ibnu Mas’ud RA. Saat mengajar, di depan para shahabat ia meyakinkan, “Aku telah membacanya di hadapan Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Ibnu Mas’ud RA dikaruniai umur yang panjang. Ia hidup hingga masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab RA, beliau mengemban tugas menjadi guru di Kufah. Beliau mengajarkan ilmu Din kepada masyarakat. Ali bin Abi Thalib RA pun mengakui dan memuji keilmuan yang dikuasainya.

Di samping ahli di bidang Ilmu Al-Qur’an, Ibnu Mas’ud juga banyak meriwayatkan hadits. Sepanjang hayatnya, ia sempat meriwayatkan sebanyak 840 hadits.

Ibnu Mas’ud RA wafat pada umur 65 tahun di Madinah, yakni pada tahun 32 H. Mahaguru ilmu Al-Qur’an ini dimakamkan di pemakaman Baqi. (bilal.or.id)

LEAVE A COMMENT