. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Baik Sangka pada Tiga Orang

Satu riwayat dari Ibnu Abbas ra. menerangkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw ditanya, “Wahai Rasulullah, manakah di antara kawan-kawan kami yang terbaik?” Lalu, Rasulullah saw menjawab, “Seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kalian kepada Alloh; yang dengan perkataannya membuat bertambahnya amal-amal kalian; dan dengan melihat amal-amalnya mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Abu Ya’la)

Saudaraku, milikilah keterampilan berbaik sangka kepada orang yang beriman. Dalam hadits di atas Rasulullah saw mengisyaratkan tiga tipe manusia yang sebaiknya tidak diburuksangkai. Yaitu orang yang apabila kita melihatnya maka kita menjadi ingat kepada Allah. Kemudian orang yang apabila kita mendengar ucapannya maka membuat kita semakin termotivasi beramal saleh. Dan yang terakhir adalah orang yang apabila kita melihat perbuatannya, maka kita semakin ingat pada akhirat sebagai tujuan hidup kita.

Kepada orang yang beriman , kita perlu berbaik sangka. Tidak usah segala ingin tahu, tidak usah mengorek-ngorek keburukannya. Mungkin ada yang terbersit di dalam hatinya, bagaimana kalau saya dibohongi. Kalau kita sedang berbaiksangka, tapi ternyata kita ditipu atau dibohongi oleh dia, maka Allah pasti akan bukakan kepada kita kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Tahu kalau kita berbaik sangka dengan niat mentaati-Nya, maka tidak perlu khawatir jika baik sangka kita akan mengakibatkan kita ditipu orang, karena Allah yang akan menjaga kita.

Ada pihak yang memiliki wewenang untuk menyelidiki orang lain, yaitu pemimpin. Pemimpin punya wewenang dalam hal ini karena kepentingannya menjadi bagian dari solusi. Yang tragis adalah ada orang mengorek-ngorek informasi tentang orang lain, padahal dia tidak punya kewenangan dan hasilnya memang tidak menjadi bagian dari solusi malah justru semakin menambah deretan masalah.

Saudaraku, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bijak dan terampil mengelola hati dalam urusan prasangka. Sehingga kita mendapat keselamatan karena keterampilan berbaik sangka. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT