. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Allah yang Menjamin Rezeki

Saudaraku, ada orang yang sebentar lagi memasuki masa pensiun, dia dilanda kecemasan karena takut nanti di usia tua rezekinya kurang. Sehingga dia menderita sebelum waktunya, pensiunnya masih tiga tahun lagi sementara penderitaannya sudah terasa dari sekarang.

Mengapa demikian? Karena dia takut dan curiga rezekinya akan berkurang. Padahal kalau kita sudah yakin pada Allah sebagai Ar Rozaaq, Yang Maha Pemberi Rezeki, kita tidak akan merasa takut seperti itu. Karena seluruh makhluk diciptakan sudah lengkap dengan rezekinya.

Allah Swt. berfirman, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud [11] : 6).

Rezeki itu tidak hanya masalah makan dan minum, namun jauh lebih luas lagi. Bisa bernafas adalah rezeki. Mata bisa berkedip adalah rezeki. Segala keperluan lahir maupun batin yang terpenuhi, itu adalah rezeki dari Allah Swt.

Alloh tidak menyuruh kita mencari rezeki, melainkan menjemput rezeki. Kalau ‘mencari’ itu antara ada dan tiada, sedangkan ‘menjemput’ itu sudah pasti ada. Hanya masalahnya adalah, apakah menjemputnya itu dengan cara yang benar dan baik ataukah tidak. Seperti kita punya teman di blok A yang akan kita jemput, tapi kita menjemput ke blok D, tentu tidak akan bertemu karena salah dalam penjemputannya.

Jadi jikalau kita sedang berikhtiar namun kita tidak bertemu dengan rezeki kita, bukan berarti tidak ada rezeki untuk kita. Tapi boleh jadi disebabkan kita melakukan hal-hal yang menyebabkan kita tidak berjumpa dengan jatah rezeki kita.

Pada saat usia kita baru 120 hari di dalam rahim ibu kita, rezeki kita sudah ditentukan oleh Allah Swt. Dan, kita tidak akan mati sebelum bertemu dengan rezeki kita. Padahal selama kita berada di alam rahim, kita sama sekali belum mengerti apa-apa, pengalaman apalagi, belum punya. Tapi maasyaa Allah, jatah rezeki kita mengalir terus hingga kita pun tumbuh berkembang dan lahir ke dunia. Ketika itu, bukan kita yang mengejar rezeki, tapi rezeki yang mengejar kita. Sungguh, Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

Jadi, yakinlah pada jaminan Allah Swt. Jika pencuri saja bisa bertemu dengan rezekinya, namun Alloh tidak meridhoinya, maka apalagi hamba-hamba-Nya yang berikhtiar menjemput rezeki dengan cara-cara yang halal. Semoga kita termasuk orang-orang yang giat berikhtiar dan senantiasa yakin kepada Allah Swt.

Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.  [KH. Abdullah Gymnastiar]

LEAVE A COMMENT