. . .
  • Jalan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Ada Saja yang Benci

Saudaraku, jikalau kita berusaha terus memperbaiki diri, berusaha terus berbuat baik, bertuturkata baik, berakhlak baik, maka sebaik apapun kemudian yang bisa kita lakukan, akan ada saja yang tidak suka pada kita. Akan ada saja yang benci pada kita. Akan tetapi, dalam kondisi seperti ini sama sekali bukan alasan kita untuk berhenti berbuat baik.

Sekaliber Rasulullah saw saja yang kemuliaan akhlaknya sudah sangat dikenal semenjak beliau kanak-kanak, tetap saja ada yang membencinya. Terutama setelah beliau mendakwahkan tauhiid, mengajak orang-orang kepada jalan yang lurus, jalan menyembah Allah SWT.

Namun, bagi orang yang beriman pantang untuk surut hanya gara-gara hadirnya orang yang membenci kebaikan. Karena bagi orang yang beriman, ini adalah sebentuk ujian. Rasulullah Saw. senantiasa membalas keburukan orang lain dengan kebaikan. Selain sebagai perwujudan kemuliaan akhlak juga sebagai bentuk dakwah. Sehingga tidak heran jika kemudian banyak di antara orang-orang yang membencinya justru mendapat hidayah dan berbalik menjadi pembela Islam yang sangat loyal.

Allah SWT berfirman, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat [41]: 34).

Jadikan kebencian, ketidaksukaan orang lain kepada kita sebagai motivasi untuk semakin memperbaiki diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah memperbaiki diri dan mendakwahkan kebaikan. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. [KH. Abdullah Gymnastiar]

 

LEAVE A COMMENT