. . .
  • alan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Makmurnya Lima Masjid Daarut Tauhiid

Masjid di zaman Rasulullah adalah tempat yang sangat istimewa. Tidak hanya digunakan untuk salat berjamaah, berbagai kegiatan seperti kegiatan pendidikan, politik, perencanaan kota, menentukan strategi militer, dan untuk mengadakan perjanjian. Bahkan, di area sekitar masjid digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh orang-orang fakir miskin.

Karenanya, untuk mengembalikan fungsi masjid yang sesungguhnya, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) membangun lima Masjid DT yang berada di berbagai daerah. Dengan dibangunnya kelima masjid tersebut, diharapkan masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat salat dan didatangi ketika saat azan berkumandang, tapi juga untuk membangun peradaban.

Dua Masjid DT yakni, Masjid DT Bandung dan Masjid DT Cipaku telah selesai dibangun dan dimanfaatkan dengan maksimal oleh jamaah. Selanjutnya, yakni Masjid DT Eco Pesantren, Masjid DT Serua, dan Masjid DT Batam saat ini masih dalam proses pembangunan.

Masjid DT Bandung

ejak mulai direnovasi pertengahan 2015 lalu, banyak jamaah yang penasaran dengan “wajah” baru Masjid DT. Selama masa renovasi, Masjid DT masih berfungsi dan berbagai kegiatan tetap bisa dilaksanakan. Bahkan, dua kali Ramadan, Masjid DT tetap digunakan untuk berbagai aktivitas, terutama di sepuluh hari terakhir. Walau kondisi masih setengah jadi, para jamaah tetap antusias dan khusyuk beribadah.

Tidak seperti konsep masjid sebelumnya, konsep pembangunan masjid kali ini lebih menampakkan ciri khas Pesantren DT dan kenyamanan para jamaah. Beberapa poin penting pada pembangunan Masjid DT yakni: Pertama, memiliki penghormatan simbol Islam secara universal. Dalam hal ini berupa pola lengkung dari masjid itu sendiri. Artinya, masjid harus memiliki ciri khas yang umum digunakan di masjid-masjid lainnya, sehingga orang tahu bahwa bangunan tersebut adalah masjid.

Kedua, menjunjung nilai kearifan lokal. Konsep yang kedua ini sangat jarang ditemui di masjid-masjid lainnya. Beberapa elemen masjid diterapkan motif-motif batik, khususnya motif mega mendung dari Cirebon, Jawa Barat.

Ketiga, konsep eco masjid. Konsep yang satu ini banyak disukai masyarakat, apalagi masyarakat perkotaan. Selain membuat tampilan bangunan lebih cantik, konsep eco masjid juga dinilai dapat menghemat energi dan lebih memanfaatkan potensi alam. Misalnya dalam pemanfaatan air hujan dan bekas air wudhu. Air hujan dan air bekas wudu akan ditampung dan diolah menggunakan water treatment sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan menyiram toilet.

Selain konsep pemanfaatan air hujan, Masjid DT juga menghemat energi dari segi penerangan dan pengondisian udara. “Untuk penerangan, Masjid DT mengaplikasikan bukaan-bukaan secara optimal agar ruangan tetap terang tanpa menggunakan lampu, terutama pada siang hari. Untuk pengondisian udara, ada rooftop garden. Akan ada taman-taman yang mendinginkan udara sebelum udara tersebut masuk ke dalam masjid.

Selain tiga konsep tersebut, konsep utama dari pembangunan dan perluasan Masjid DT adalah konsep syariah. Sebelum proyek pembangunan dan perluasan masjid dilaksanakan, panitia terlebih dahulu berkonsultasi dengan Tim Lajnah Syariah DT agar terlaksana sesuai syariah.

Masjid DT Cipaku

Masjid DT Cipaku selalu makmur setiap harinya. Salah satunya dengan kehadiran para penghafal Quran (tahfiz) yang tinggal 24 di masjid ini. Sebanyak 10 orang hafiz yang berasal dari berbagai daerah itu tinggal dan belajar di Masjid DT Cipaku.

Setiap hari, para hafiz ini menambah hafalan dan mengulang hafalan di sudut Masjid DT Cipaku yang mereka inginkan, selain di asramanya di lantai empat. Mereka ditarget bisa menghafal setiap huruf dalam al-Quran selama dua tahun.

Masjid DT Eco Pesantren

Salah satu Masjid DT yang satu ini sangat makmur baik di hari-hari biasa maupun pada hari libur. Selain warga sekitar, santri dari berbagai jenjang pendidikan juga ikut memakmurkan masjid yang memiliki nama “Rahmatan Lil ‘Alamin” ini.

Adapun santri-santri yang setiap hari memakmurkan aset wakaf yang satu ini adalah santri SMP DTBS Putera, SMK DTBS Putera, SMA DT, dan Baitul Quran DT. Tidak hanya itu, hampir setiap hari, anak-anak warga ikut memakmurkan area masjid dengan belajar di TK.

Tidak hanya salat wajib, ratusan santri pun selalu memakmurkan aset wakaf tersebut dengan berbagai aktivitas lainnya, dari mulai salat sunnah, halaqah al-Quran, tilawah bersama, setoran hafalan al-Quran, muhadharah, dan sebagainya. Tidak hanya itu, masjid yang sangat kental dengan nuansa alamnya ini juga dimanfaatkan warga sekitar untuk berbagai kegiatan, salah satunya adalah tabligh akbar bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) setiap pekan pertama.

Masjid yang terletak di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat ini dibangun pada kurun waktu 2006 hingga 2007 dan mengusung prinsip ekologi. Sesuai dengan namanya, yakni “Rahmatan Lil Alamin”, yang berarti “Rahmat bagi Seluruh Alam”, pembangunan Masjid ini memiliki konsep ramah lingkungan.

Menyadari masjid yang bertahun-tahun dimakmurkan ini belum sempurna, akhirnya pada tahun 2017 pembangunannya kembali dilakukan. Adapun pekerjaan Masjid DT Eco Pesantren kali ini tidak banyak mengerjakan struktur. Sebagian besar, yang dikerjakan adalah pekerjaan arsitektur, yakni: penyelesaian facade, penambahan toilet dan area wudu, dan penyelesaian bagian-bagian yang belum selesai. Adapun waktu yang dibutuhkan yakni empat bulan.

Adapun pekerjaan yang mulai dikerjakan di pekan kedua Oktober, yakni: penggalian tanah untuk ground tank, pengerjaan area tension, dan pengecoran tangga mezanin. Berdasarkan hasil rapat evaluasi pembangunan Eco Pesantren, pada Rabu (24/1), perkembangan Masjid DT Eco Pesantren telah mencapai 89,95 persen. Angka tersebut didapat dari perhitungan bobot setiap tahap pembangunan yang meliputi perizinan sebesar 10 persen, perencanaan 30 persen, dan pembangunan fisik 60 persen.

Masjid DT Serua

Jumlah santri yang terus bertambah dan kebutuhan yang sangat mendesak membuat Masjid DT Serua ini harus segera dibangun. Karena terbatasnya fasilitas belajar mengajar, terutama masjid, membuat para santri Azkia Islamic School (AIS) tidak leluasa dan suasana belajar mengajar menjadi kurang kondusif.

Pembangunan fisik Masjid DT , atau dikenal dengan Masjid Al-Hadi ini akan dibagi menjadi dua tahap pembangunan. Tahap pertama, difokuskan pada pembangunan dome masjid. Pembangunan ini dilakukan untuk menyiapkan tempat kegiatan sementara DT Serua, termasuk aktivitas santri AIS.

Sementara itu, tahap kedua, pembangunan dipusatkan pada bangunan utama Masjid. Hal ini bertujuan agar kegiatan di Serua tidak terganggu oleh pembangunan. Dengan demikian, para santri dan jamaah lainnya dapat beraktivitas walaupun masjid masih dalam tahap pembangunan.

Adapun pembangunan fisik Masjid DT Serua memakan bobot 60 persen dari keseluruhan proses pembangunan. sedangkan  perizinan memakan bobot 10 persen dan  perencanaan 30 persen.

Rencananya, Masjid DT Serua akan dibangun sebanyak tiga lantai. Lantai dasar akan digunakan untuk ruang DKM, perpustakaan, ruang tamu VIP, ruang serbaguna, selasar, toilet, dan ruang wudu untuk ikhwan dan akhwat. Lantai satu akan digunakan untuk ruang salat ikhwan, dan ruang serba guna. Untuk lantai dua, rencananya akan digunakan sebagai ruang salat akhwat, selasar, tempat wudu, dan gudang.

 

Masjid DT Batam

Komplek Masjid DT Batam diharapkan mampu menjadi salah satu masjid yang tidak hanya oleh santri-santri, tetapi juga dimakmurkan oleh masyarakat luar pesantren karena di komplek ini juga akan menyediakan fasilitas rest area.

Kelas-kelas untuk pendidikan informal dan penginapan-penginapan juga akan dibangun di sana. Adapun sasaran santri yang diharapkan adalah berasal dari daerah sekitar Batam, Singapura, dan Malaysia.

Selain masjid, beberapa fasilitas pendukung juga akan dibangun di area tersebut. Bangunan sekolah, asrama SMP dan SMA, asrama SMA dan SMP, Menara Masjid, rumah dinas, kantin, food court/rest area, pagar keliling, dan pos jaga, power house, dan gudang.

Pertengahan Januari 2018, perkembangan pembangunan Masjid DT Batam mencapai 20 persen dan sudah memasuki proses cut and fill. Proses persiapan lahan sebelum pembangunan fisik ini ditargetkan selesai dalam dua bulan. (Astri Rahmayanti)

LEAVE A COMMENT