. . .
  • alan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

ADAB MENCARI ILMU

Saudaraku, kita yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah Maha Kuasa atas segala macam ilmu. Dan, masuknya ilmu kepada diri kita pun dengan izin Allah. Menuntut ilmu adalah bentuk amal saleh kita sebagai ibadah kita kepada-Nya, dan Allah-lah Yang Maha Kuasa memberikan ilmu itu ke dalam diri kita. Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR. Ibn Abd Barr).

Menuntut ilmu itu bukanlah sebatas hanya untuk pekerjaan, hanya untuk ijazah atau hanya untuk gelar. Menuntut ilmu haruslah punya tujuan yang jauh lebih besar dari sekedar hal-hal tersebut. Kita menuntut ilmu adalah supaya bisa lebih mengenal Allah dan lebih dekat dengan-Nya. Karena dengan ilmu kita bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas dan lebih dalam tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Oleh karena itu, senantiasa awali aktifitas menuntut ilmu kita dengan berdoa, Rabbii zidnii ‘ilman”. Berdoa dan memohon kepada Allah agar dikaruniai ilmu yang menyebabkan kita semakin dekat dengan-Nya.

Setelah kita memiliki ilmu atau pemahaman tentang sesuatu, ilmu dan kepandaian kita diakui oleh banyak orang, maka peliharalah hati kita dari penyakit sombong. Karena kita menuntut ilmu bukan untuk penilaian orang, melainkan sebagai ketaatan kita kepada Allah SWT. Apalagi ilmu yang kita miliki pun tiada lain adalah karunia dari Allah SWT.

Maka, masalah niat adalah penting kita perhatikan sejak awal menuntut ilmu. Semakin lurus niat kita lillaahi ta’ala, akan semakin Alloh memberikan kemudahan pemahaman bagi kita tentang ilmu yang sedang kita pelajari.

Selanjutnya, setiap orang pasti akan memiliki cara pandang dan pemahaman yang berbeda. Maka, salah satu adab menuntut ilmu adalah menghargai perbedaan pandangan atau pemahaman ini. Karena pemahaman yang kita miliki masing-masing ini sangatlah terbatas.

Hari ini kita memiliki pemahaman A, boleh jadi besok Allah memberikan kita pemahaman A, B dan C. Diskusi ilmu yang terjadi kita dengan orang lain jadikanlah sarana untuk saling bertukar informasi. Sehingga kita tidak bertengkar karena kebodohan kita, melainkan kita bertukarpikiran karena keilmuan. Insyaa Allah, ilmu kita akan semakin bertambah dan semakin berkah. Wallahu a’lam bishawab. [KH. Abdullah Gymnastiar]

 

LEAVE A COMMENT